Rohul Tuan Rumah Rakornis Perkebunan se-Riau

Senin, 06 April 2015 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pembangunan Perkebunan se-Provinsi Riau 2015 secara resmi oleh Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman yang berlangsung di di Convention Hall Masjid Agung Madani Islamic Center Pasirpangaraian, Rohul Riau. 

Bupati Rohul, Achmad yang mendampingi sejumlah pejabat, Rakornis yang mulai Senin (6/4/15) secara resmi dibuka dihadiri Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) dari 12 Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau.

Pembukaan Rakornis dibalut dalam acara malam silaturrahim bersama masyarakat Rohul di Convention Hall Masjid Agung Madani Islamic Center Pasirpangaraian telah dibuka oleh Plt Gubernur Riau (Gubri) H. Arsyadjuliandi Rachman ditandai dengan memukul gong, Minggu (5/4/15) malam yang diprakarsai oleh Disbun Riau.

Bupati Rohul Achmad, dalam sambutannya mengatakan harga hasil kebun petani masih rendah karena dilatarbelakangi beberapa faktor, seperti salah dalam pemilihan bibit, kurangnya pengelolaan, serta rusaknya infrastruktur jalan.

Dari ekpos yang disampaikan Bupati Achmad, kerusakan jalan Provinsi Riau juga ikut mempengaruhi harga dari hasil kebun petani. Pasal itu, dirinya mengharapkan membantu masyarakat Rohul dalam peningkatan infrastruktur jalan.

Sementara itu, Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman mengakui acara dilaksanakan Disbun Riau adalah untuk mensinergikan program Pemprov Riau dengan seluruh program Disbun 12 Kabupaten/ Kota. Oleh sebab itu, dirinya sangat mendukung Rakornis dilaksanakan di seluruh daerah secara bergantian.

"Karena dengan acara dilaksanakan di daerah seperti ini, kita bisa mendengar langsung seluruh keluhan masyarakat, termasuk keluhan petani dan pengurus Koperasi KKPA," kata Plt Gubri.

Arsyadjualiandi Rachmad mengharapkan Rakornis Pembangunan Perkebunan se-Riau di Rohul besar manfaatnya. Diakuinya, Pemprov Riau tak bisa jalan sendiri dalam membangun daerah, sebab itu perlu bersinergi dengan seluruh Kabupaten/ Kota di wilayahnya.

"Kita perlu bersinergi dengan pemerintah pusat. Kalau koordinasi maksimal, saya yakin, APBN bisa turun ke daerah.Karena pemerintah pusat mau membantu daerah jika ada sinergifitas," jelasnya.

Andi mengungkapkan Pemprov Riau akan terus mendorong dalam pembangunan perkebunan. Sebab itu, seluruh kegiatan di daerah harus bersinergi dengan program pemerintah pusat.

Menurut Andi, sektor perkebunan di Riau memang masih nomor satu di pulau Sumatera, dan nomor lima di Indonesia. Namun demikian, diakuinya, dirinya masih belum puas, karena masih ada kesenjangan antara masyarakat atas, masyarakat menengah, dan masyarakat bawah.

"Seperti salahnya dalam pemilihan bibit, menyebabkan petani di tingkat bawah jadi kurang diperhatikan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Andi mengharapkan, seluruh Kepala Disbun di Kabupaten/ Kota benar-benar ikut membahas sektor perkebunan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup petani.

"Perlu suatu pembicaraan yang betul-betul terkoordinasi di Rakorni yang dimulai besok pagi (Senin)," tandas Plt Gubri.

Turut hadiri dalam acara Ketua DPRD Riau Suparman S.Sos, Ketua DPRD Rohul Nasrul Hadi ST,MT, Kepala Disbun se-Riau, unsur Forkompinda Rohul, pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, ribuan petani dan pengurus Koperasi pola Kemitraan, serta perwakilan dari beberapa perusahaan.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Riau Suparman mengatakan pertumbuhan ekonomi masyarakat Riau masih nomor satu di pulau Sumatera. Hal itu karena ditopang dengan hebatnya perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit.

"Namun demikian, masih perlu dilakukan perencanaan matang, agar tingkat penghasilan mencapai 40 persen," kata Suparman.

Menurut dirinya, dalam pembangunan perkebunan masih perlu campur tangan pemerintah, khususnya dalam mencari solusi atas masalah dialami petani, seperti soal harga produksi yang ditetapkan oleh pabrik yang berbeda-beda.

"Ini sudah luar biasa, karena harga yang ditetapkan pabrik berbeda antara kebun satu dengan kebun lainnya, termasuk harga milik warga. Dari itu perlu perlindungan keadilan bagi petani," tegasnya.

"Ini yang kami rasakan sebagai wakil rakyat. Seperti hasil kebun saya beda dengan kebun sebelah saya, apakah karena saya Ketua DPRD Riau," ujar Suparman.

Diakuinya, perusahaan hanya pintar melakukan penawaran harga, namun mereka tidak mampu dalam pengelolaan harga hasil kebun petani, seperti membantu petani dalam cara pengelolaan kebun agar hasil lebih baik.

"Sebab itu pelu dilakukan pembinaan dilakukan perusahaan agar harga milik petani setara dengan yang lain. Termasuk pemahaman teknologi agar hasil kebun warga bisa ditingkatkan. Diharapkan, dari rapat ini semua bisa diselesaikan secara bersama," harap Suparman.

Untuk diketahui, sebelum membuka Rakornis Pembangunan Perkebunan se-Riau, Plt Gubri Andi juga diajak silaturrahmi di rumah dinas Bupati Rohul, dan kemudian melihat Perpustakaan Digital milik Sekolah Tinggi Ilmu Quran Syekh Ibrahim di Masjid Agung Madani Islamic Center Pasirpangaraian.

Masih dalam acara yang sama, Bupati Achmad juga memberikan cinderamata berupa batu akik khas Rohul kepala Plt Gubri Andi, Ketua DPRD Riau Suparman, serta seluruh Kepala Disbun se-Riau yang hadir pada malam pembukaan Rakornis tersebut. [adv-humas]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT