Residivis dan Buronan di Riau Ditembak Polisi

Ahad, 05 April 2015 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Polisi berhasil menangkap seorang buron pencuri sepeda motor dan terduga pelaku percobaan pemerkosan di Pelalawan, Riau. Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada bagian kaki karena melawan petugas. Penangkapan tersebut berlangsung Jumat (3/4/15) kemarin di Jalan Ambisi, Kelurahan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Seperti disampaikan Kadiv Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, kepada awak media, Minggu (5/4/15), pelaku adalah buronan yang bernama Alan Suprapto (33) warga Jalan Ambisi Kelurahan Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.

Pelaku dibekuk pada Jumat (3/4/15) pagi sekira pukul 10.00 WIB, diduga terkait sejumlah kasus tindakan kriminal, seperti percobaan pemerkosaan pada 3 April 2015 pukul 04.00 WIB dan pencurian dengan pemberatan di suatu warung di Jalan Lintas Timur pada Rabu (1/4/15) pukul 03.00 WIB.

Awal penangkapan, Tim Opsnal Plres Pelalawan, Jumat sekira pukul 09.00 WIB mendapat informasi bahwa telah terjadi peristiwa percobaan pemerkosaan terhadap korban. Berbekal infomasi tersebut tim mendatangi rumah pelaku. Ia yang berada di dalam rumah lalu digeledah. 

Dari penggeledahan ini, diperoleh satu dompet berikut buku tabungan yang menurut pengakuan tersangka diambil di suatu warung di Jalan Lintas Timur, Pangkalan Kerinci, dekat Rumah Makan Ampera Rahmat.

Seterusnya, tersangka berikut barang bukti dibawa ke Mapolres Pelalawan. Namun berdasarkan keterangan tersangka, dirinya juga pernah melakukan penggelapan sepeda motor KLX di wilayah Sorek sebanyak tiga kali sesuai dengan 3 kali laporan polisi.

Ditambahkan Guntur, bedasarkan pengakuan pelaku dilakukan pengembangan terhadap tersangka. Saat itulah pelaku mencoba kabur. Polisi langsung melumpuhkannya dengan timah panas.

Saat ini tersangka masih dirawat di RS Selasih Pangkalan Kerinci. "Tersangka merupakan residivis kasus yang sama. Pasal yang dipersangkakan adalah 372 dan 363 KUHP, dengan ancaman pidana 4 tahun dan 6 tahun," tandasnya. [**fbi]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT