LPDR Pertanyakan Kasus Dugaan Korupsi Mantan Wawako

Rabu, 02 November 2011 - 20:49:42 WIB
Share Tweet Google +

LSM Laskar Peduli Demokrasi Riau (LPDR), Rabu (2/11). mendatangi Mapolda Riau untuk mempertanyakan tindak lanjut laporan mereka pada bulan Maret yang lalu terkait dugaan Korupsi yang dilakukan oleh Mantan Wakil walikota Pekanbaru Erizal Muluk di dana Anggran BNK Kota Pekanbaru.

" kita datang keMapolda Riau ini, untuk mempertanyakan terkait laporan kita yang masuk pada bulan maret silam, Dimana dalam Laporan itu kita melaporkan dugaan adanya dugaan korupsi di dana BNK kota Pekanbaru yang dilakukan oleh Mantan Wakil Walikota Erizal Muluk, yakni terkait pembanguan Kantor BNK yang besarnya Rp. 2,5 milyar." kata Dodi selaku Ketua LSM LPDR kepada wartawan, Rabu (2/11) di Pekanbaru.

Dikatakannya, dugaan korupsi itu dilakukan sewaktu Erizal Muluk menjabat ketua BNK dari tahun 2006 sampai 2011. Dimana rencana pembanguan kantor BNK yang anggrannya telah dianggarkan di APBD Kota Pekanbaru sebesar Rp.500 Juta pertahunnya. " namun sampai saat ini pembangaun kantor BNK kota pekanbaru sama sekali tidak terlihat sedikitpun, sementar dana 2,5 Milyar sama sekali tidak jelas," tutur Dodi lagi.

Kedatangan LSM LPDR ini, disambut oleh Diretur Intelkam POlda Riau, dimana Pertemuan yang berlangsung tertutup ini, berlangsung satu jam lamanya. Namun dari hasil pertemuan yang di jelaskan kepada LSM LPDR, jika laporan itu telah dilimpahkan kepada Polresta Pekanbaru.

"Hasil pertemuan kita dengan Intel Polda Riau tadi, jika mereka sudah melimpahkan kasus ini ke Polresta Pekanbaru, dan kita diminta untuk mempertanyakan laporan itu ke POlresta," kata Dodi.

Namun ketika dikomfirmasi kepada pihak Polresta dalam hal ini Wakasat Reskrim AKP Abdulrahman, menyatakan belum menerima laporan tersebut. " Belum kita terima laporan dari LSM LPDR ataupun pelimpahan dari Polda Riau, " jelas AKP Abdul Rahman kepada sejumlah wartawan Rabu (2/11).

Namun Abdulrahman berjanji akan menindaklanjuti jika memang ada laporan yang masuk ke polresta Pekanbaru, "kalau ada tentunya kita tindak lanjuti laporan itu, tapi ini belum ada laporan masuk," singkatnya. **vy/mtc

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT