Pemkab Rohul Utamakan Skala Prioritas Pembangunan 2016

Rabu, 18 Maret 2015 - 00:00:19 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan mengutamakan skala prioritas dalam pembangunan daerah menggunakan dana APBD tahun anggaran 2016.

Demikian kata Bupati Rohul Drs. H. Achmad M.Si saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Rohul 2015 dengan tema "Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2016" di Convention Hall Masjid Agung Madani Pasirpangaraian, Rabu (18/3/15).

"Untuk pembangunan tahun 2016 yang kita susun, kita tetap pakai skala prioritas, perhatikan infrastrutuk jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan," kata Bupati Achmad.

Orang nomor satu di Rohul ini mengakui sistem skala prioritas dipakai, karena dari sisi anggaran APBD Rohul untuk pembangunan infrastruktur masih terbatas. Karena itu, Pemkab akan sinergikan program pembangunan dengan dana APBD Riau atau APBN.

Menurutnya, tahun ini merupakan tahun terakhir untuk mencapai visi Kabupaten Rohul Sebagai Kabupaten Terbaik di Provinsi Riau Tahun 2016 di segala bidang. Dia optimis, visi akan terlaksana di akhir masa jabatannya sebagai Bupati Rohul dua periode.

Selama dirinya memimpin Rohul dua periode, beberapa indikator telah ditangani. Seperti berkurangnya angka penganggguran, kemiskinan, pendapatan ekonomi terukur.

"Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), setiap tahun angka pengangguran dan angka kemiskinan terus berkurang," jelasnya.

Bupati Achmad menambahkan, karena dana APBD Rohul terbatas, maka perlu sokongan dana APBD Riau dan dana APBN untuk kegiatan yang cukup besar, seperti pembangunan bidang pertanian, termasuk program Swasembada Daging dan program Swasembada Beras.

Kepala Bidang Penelitian dan Kerja Sama Pembangunan dari Bappeda Provinsi Riau, Rony P. Laksono SP,MP, pada sambutannya mengatakan Pemprov Riau terus melakukan proses pembangunan di seluruh daerah.

Dari berbagai pengalaman sebelumnya, Pemprov Riau selalu melakukan evaluasi untuk perbaikan dan penyempurnaan kedepan. Baik secara substantif maupun mekanisme dalam hal pembangunan daerah, termasuk pembangunan Kabupaten Rohul.

Menurut Rony, proses perencanaan pembangunan tahun ini telah menggunakan sistem perencanaan secara online dan terintegrasi dalam sebuah sistem perencanaan yang terdiri ikon E-Planning.

Diakuinya, prioritas pembangunan 2016 akan datang, perlu dilakukan penguatan infrstruktur, peningkatan sarana dan prasarana, pemantapan aparatur birokrasi pemerintah, peningkatan kualitas sumber daya masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rony menambahkan, Pemprov Riau terus mendukung program pembangunan 12 kabupaten/ kota, baik di bidang infrastruktur, sumber daya manusia, masyarakat dan pembangunan pedesaan, dan lainnya.

Rony mengungkapkan alokasi anggaran pembangunan di Provinsi Riau pada tahun ini sekitar Rp5,5 triliun. Dana ini dialokasikan bagi 12 kabupaten/ kota.

Khusus untuk Kabupaten Rohul sendiri, pembangun tahun ini dialokasikan untuk program pembangunan infrstruktur sebesar Rp324 miliar, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan pedesaan sebesar Rp135,47 miliar, Energi dan Sumber Daya Mineral Rp3 miliar, pengembangan sumber daya Rp14,7 miliar dan berbagai program lain sebesar Rp489 miliar.

Rony menilai alokasi anggaran untuk program pembangunan di Kabupaten Rohul tahun ini meningkat lebih dari 1 persen dari alokasi tahun sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Rohul Hardi Chandra mengatakan sesuai hasil reses dilakukan dewan, aspirasi masyarakat Rohul masih mengharapkan pembangunan infrastruktru, seperti jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi kerakyatan.

Pembangunan pendidikan juga perlu dilakukan oleh Pemerintah Dareah, seperti perbaikan sekolah dan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

Termasuk, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu), peningkatan Pustu serta melengkapi fasilitas kesehatan lainnya, dan perlu dilakukan peningkatan pengelolaan tenaga di Pustu.

"Itulah pokok-pokok pikiran dari DPRD Rokan Hulu," kata Hardi.

Menurutnya, karena terbatasnya dana APBD Rohul, eksekutif dan legislatif harus berupaya bagaimana mendapatkan dana bantuan dari provinsi dan dana pusat.

Masih di tempat sama, Kepala Bappeda Rohul Nifzar mengatakan dari Musrenbang tahun ini, rencana pembangunan 2016 akan diseleksi.

Dia mengungkapkan, berdasarkan perkiraan awal, dana pembangunan tahun depan untuk belanja langsung sekitar Rp1,226 triliun. Dari itu perlu dilakukan sektor-sektor yang berpotensi meningkatan pendapatan asli daerah pada tahun ini.

Adanya arahan Bupati Rohul tentang pembangunan skala prioritas, maka proses pembangunan daerah tahun depan akan disesuaikan besaran APBD Rohul, yakni lebih mengutamakan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat, bukan karena keinginan. [adv/hum]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT