Pengakuan `Penembak` Terpidana Mati pada Media Australia

Selasa, 17 Maret 2015 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com  - Salah seorang anggota regu tembak yang akan mengeksekusi 11 terpidana mati, termasuk 2 warga Australia Andrew Chan and Myuran Sukuraman, diberitakan berbagi perasaannya kepada koresponden media Australia, News Corp. Laporan News Corp itu kemudian dikutip oleh sejumlah media di Australia. 

Kepada koresponden News Corp, pria muda itu yang menjadi anggota salah satu kesatuan itu menjelaskan bahwa dia menjadi salah satu penembak yang menembak lima terpidana mati di Nusakambangan pada 18 Januari malam lalu.

Dan kali ini, dia kembali diberi tugas sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati gelombang kedua, yang tinggal menunggu beberapa hari saja.

Kepada responden News Corp dikutip News.com.au, Rabu 11 Maret 2015, si eksekutor bercerita tentang pengalamannya sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati di Nusakambangan dan juga tentang perasaannya. 

Selama ini, begitu media itu menulis, dia tidak akan pernah tahu apakah diberi senapan dengan peluru tajam atau hampa.

Saat ditanya bagaimana perasaannya sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati, pria yang tak ingin disebut identitasnya ini mengatakan itu adalah sebuah rahasia.

"Ini, saya akan simpan sebagai sebuah rahasia selamanya."

Ketika ditanya soal perasaan itu, pria ini terdiam cukup lama. Dia kemudian mengusap mata dengan tangannya dan menatap ke langit.

"Saya harus menjalankan tugas yang sudah diberikan. Saya tidak punya pilihan lain," katanya.

"Tapi sebagai manusia, saya tidak akan melupakan hal itu untuk selamanya," tambahnya.

Perbincangan singkat tersebut, begitu media itu menulis, dilakukan melalui seorang penerjemah News Corp yang terpercaya.

Memang belum diketahui secara pasti apakah liputan media itu benar atau tidak soal pengakuan ini.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, pada Senin kemarin polisi telah menyiapkan mental 13 regu tembak untuk menjalankan eksekusi gelombang kedua. Setiap regu terdiri dari 12 penembak.

Mengenai waktu pelaksanaan eksekusi dan jumlah yang menjalani pidana mati hingga kini belum ada kabar yang pasti.  

Sebelumnya, Zainal Abidin terpidana mati kasus narkoba bersumpah akan 'gentayangan' untuk menghantui eksekutor dan seluruh penegak hukum.

"Saya tidak bisa menerima perlakuan hukum yang tidak adil ini. Untuk orang-orang kecil seperti saya," kata Zainal dalam sebuah surat yang ditulis dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, pada 5 Maret 2015.

"Jika eksekusi tetap dilakukan, Saya akan menjadi hantu dan membalas dendam, termasuk kepada anak-anak dan istri-istri semua penegak hukum yang terlibat." 

Zainal adalah satu-satunya warga Indonesia di antara 10 penjahat narkoba yang akan dieksekusi di hadapan regu tembak, bersama dengan terpindana Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Baca selengkapnya di sini.

Anda ingin tahu penembak jitu terbaik dunia, yang salah satunya adalah Tatang Koswara? Pria yang meninggal di sela syuting 'Hitam Putih' di Trans7. Silakan klik halaman selanjutnya. [lsm]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT