Ahok Buktikan DPRD DKI 'Main' di APBD 2014

Jumat, 13 Maret 2015 - 00:00:10 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sudah melaporkan dugaan mark up pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di APBD DKI 2014. Tak cuma UPS, di APBD DKI juga ada anggaran pembelian tong sampah mencapai nilai Rp 5 miliar.

Untuk menyelidiki semua anggaran siluman itu, Ahok juga bakal melaporkan anggaran itu ke KPK dan Polda Metro Jaya. Termasuk situs www.kawalapbd.org.

"Banyak sekali, banyak banget. Makanya itu yang dipelajari oleh KPK. Karena Polda kan spesialis UPS supaya cepat kan. Nah ini kami juga lagi kerja sama dengan yang buat kawal APBD itu?," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/3).

Ahok sudah mengantongi siapa-siapa saja anggota dewan yang 'bermain'. Saat ditanya siapa, Ahok akan membuktikan pada waktunya.

"Itu bagian dari pokir (pokok pikiran), gue tahu siapa-siapa (legislatif) aja yang main. Cuman enggak ada bukti, yang kena SKPD. Gue punya kok, tapi gak ada bukti, ini pokirnya siapa, ini pokirnya siapa, lengkap. Berkasnya lengkap," ungkapnya.

"Kalau si ini mainnya di mana, si ini mainnya di mana. Cuman buktiinnya susah," tutupnya.

Sumber media coba meneliti APBD DKI Jakarta 2014 dan menemukan anggaran pembelian tong sampah. Anggaran ini memiliki nilai bervariatif, mulai dari angka puluhan juta hingga miliaran.

Berikut beberapa bentuk pengadaan tong sampah pada 2014 seperti dikutip dari merdeka.com:

1. Pengadaan tong sampah pilah di lingkungan Kelurahan Pondok Kopi untuk RW 01, 03, 04, 05 dan 09 dianggarkan senilai Rp 150 juta.

2. Penyediaan tong sampah pilah di Kelurahan Kayu Manis dianggarkan senilai Rp 80 juta.

3. Pengadaan tong sampah pilah di Kelurahan Kebayoran Lama Selatan dianggarkan senilai Rp 115.500.000.

4. Pengadaan tong sampah beroda tertutup Kelurahan Pela Mampang dianggarkan senilai Rp 100 juta.

5. Pengadaan tong sampah pilah di Kelurahan Cipinang Melayu dianggarkan senilai Rp 98.450.000.

6. Pengadaan tong sampah di Kelurahan Pulau Kelapa dianggarkan senilai Rp 75 juta.

7. Pengadaan dan pemasangan tong sampah sungai dianggarkan senilai Rp 3 miliar.

8. Penyediaan tong sampah/tempat sampah kebutuhan Kantor wali kota Jakarta Utara dianggarkan senilai Rp 100 juta.

9. Pengadaan tong sampah Kelurahan Pejagalan dianggarkan senilai Rp 187.500.000.

10. Pengadaan tong sampah taman dan jalur hijau senilai Rp 5 miliar.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, anggaran pengadaan tong sampah menghabiskan anggaran senilai Rp 38.854.373.225. Sedangkan Dinas Kebersihan DKI Jakarta mendapatkan anggaran Rp 2,3 triliun dalam APBD DKI Jakarta 2014. [**mdc]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT