Akhirnya Cacing Laut 'Nyale' Di Tangkap

Selasa, 10 Maret 2015 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Ratusan warga Lombok Tengah (Loteng) NTB, Selasa (10/03) dini hari kembali turun ke beberapa pantai di kawasan wisata sertempat, seperti kawasan pantai Seger, Mawun, Tampah dan Selong Belanak. Mereka berbondong-bondong mencari cacing laut atau yang biasa di sebut Nyale. Kedatangan ratusan warga tersebut setelah Februari lalu, nyale gagal muncul kepermukaan laut.

Warga setempat Amaq Ris mengatakan, Nyale muncul kepermukaan laut hanya satu kali dalam setahun, sebagai jelmaan legenda Putri Mandalike. Tahun ini Nyale muncul kepermukaan laut menjelang dini hari pada 10 Maret.  Fakta ini di buktikan dengan adanya tangkapan warga yang turun ke laut untuk mencari nyale. 

"Terbuktikan kalau nyale keluar di bulan Maret ini," katanya.

Menurutnya, perbedaan waktu penangkapan nyale yang di lakukan oleh Pemerintah Daerah setempat tahun ini tidak merubah arti dan makna kesakralan  tradisional bau nyale yang di gemari oleh warga NTB pada umumnya dan masyarakat Lombok Tengah pada khususnya.

Penangkapan nyale yang di rayakan oleh Pemda pada bulan Pebruari lalu, merupakan kegiatan seremonial even bau Nyale, karena saat itu nyale tidak muncul kepermukaan laut dan menyebabkan kekecewaan warga setempat. 

"Pemerintah rayakan event bau Nyale bulan Pebruari lalu, ya kita ikuti karena itu program pemerintah,”cetusnya.

Ia berharap kedepan perbedaan pendapat dalam menentukan waktu dan tanggal perayaan bau nyale, antara pemerintah dan masyarakat tidak ada perbedaan lagi agar kegiatan tahunan yang  juga bisa di jadikan  sebagai ajang promosi pariwisata ini tidak keliru lagi. 

“Perbedaan pendapat waktu penangkapan nyale tahun ini, mohon di jadikan pelajaran berharga agar tidak di ulangi lagi,” pintanya.

Sementara itu wakil Bupati Lombok Tengah HL. Normal Suzana, yang turut serta bersama warga turun ke lokasi bau nyale di pantai Seger, Kute mengatakan, tradisi bau Nyale harus  tetap di lestarikan sebagai budaya yang di miliki oleh pemerintah NTB pada umumnya dan Pemerintah Lombok Tengah pada khususnya. 

Selain itu event tahunan ini juga sudah terkenal sampai mancanegara karena saat penangkapan nyale di lakukan para wisatawan asing juga turut serta berbaur bersama warga lokal. Dan merekalah yang menyebarkan ke negara masing-masing. 

“Event tahunan ini harus tetap di budayakan dan kita pertahankan,”katanya.

Menyinggung masalah perbedaan waktu penangkapan Putra asli Pujut ini mengatakan, hal itu tidak menjadi masalah besar, karena tradisi bau nyale ada yang bulan pertama dan ada yang bulan ke dua. 

"Ada nyale awal dan ada Nyale poto, ini istilah kita," tegasnya. [ls]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT