Dituduh Mafia Lahan Ahyar Balik Serang Kades Sungai Ara

Sabtu, 21 Februari 2015 - 00:00:04 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Ketua LSM Independen Pembawa Suara Pemberantasan Korupsi Kolusi Kriminal dan Ekonomi, Pelalawan, Ahyar, telah menjual langsung Ratusan hektar lahan milik desa Sungai Ara, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau, kepada pengusaha Batam.

Saat dikonfirmasi ketua LSM yang malang melintang di Desa Bunut ini, dia mengaku penjualan lahan desa Merbau ini memalui warga Sei Kijang dan Kadesnya yang mengeluarkan surat, tidak tangung - tanggung biaya surat tersebut 250 juta.

"Tidak pernah saya jual lahan sama orang Batam, yang ada ada kawan dari Desa Sei Kijang yang menjual dan kades dapat uang surat 250 juta," Jelasnya memalui telpon kemaren.

Tak hanya itu tidak puas dituding menjual lahan, Ahyar membuka sejumlah kejanggalan yang dilakukan Kades Sungai Ara, Kades ini dituding menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) diduga berlindung dibalik tapal Batas yang sekarang menjadi perdebatan.

"Yang salah tapal batas, sehingga Kades menertbitkan SKT hingga kelahan tetangga desa Merbau," Jelas Ahyar.

Tersiar kabar kepada wartawan bahwa Ahyar adalah diduga mafia penjualan tanah di desa Sungai Ara, Ahyar telah menjual ratusan hektar tanah desanya kepada beberapa pengusaha dan uangnya di bawa foya - foya di Batam, dan kabar tersebut menyebutkan Kadesnya ikut terlibat menjual tanah yang bukan berasal dari desanya.

Tanah ini sebelumnya milik PT. Baromban yang ditinggalkan kerna hutan Sungai Ara dan hutan Desa merbau tidak memiliki kayu log lagi, izin tersebut hingga kini terkatung - katung, alhasil tanah itu dibagi - bagi oleh 2 Kepala desa tersebut.

Modusnya Kades Japri menjual lahan dengan mengatas namakan warga dan keluarga, serta mengeluarkan surat hingga desa, uang dari hasil tersebut dikantongi dan dibagi - bagi dengan Ahyar selaku LSM yang bertanggung jawab atas status tanah ini.

Saat ini Kades Sungai Ara, Japri yang tidak bisa dikonfirmasi, sedang menjalani proses hukum di Mapolres Pelalawan, karena dilaporkan menjual lahan milik desa tetangga yaitu desa Merbau, beberapa bulan berjalan proses hukum kades ini masih di tangan Polisi.

Sementara itu salah seorang Pemuda Sungai Ara, Jo Kampe, mendesak Polisi untuk mengusut tapal batas yang melibatkan Kadesnya, Pemuda ini telah memerintahkan sejumlah media untuk menindak lanjuti kesalahan penetapan batas yang telah dilakukan sejak zaman Bupati Azmun Jaafar.(Basya)


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT