RAPP Klaim Areal Konsesi jadi Habitat Gajah di TNTN

Rabu, 18 Februari 2015 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Konflik manusia dan gajah sering terjadi pada desa-desa yang lokasinya berdekatan dengan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Konflik ini dipicu oleh semakin sempitnya habitat gajah akibat pembukaan lahan perkebunan dan HTI yang mengakibatkan kerugian baik pada manusia maupun gajahnya itu sendiri.

Areal konsesi PT RTAPP di Baserah ada di sekitar TNTN dan menjadi habitat pendukung atau alternatif bagi tumbuh dan berkembang biaknya gajah karena dalam areal konsesi ini perusahaan menerapkan konsep mozaik plantation dimana  terdapat kawasan lindung kanan kiri sungai dan anak sungai tetap dipertahankan dan masih berhutan alam. Hal ini untuk menjaga fungis hidrologis dan koridor satwa. Sungai dan anak sungai ini sering dijadikan oleh gajah sebagai tenpat hidup dimana dapat diperoleh makanan dan sumber air serta sebagai tempat berlindung.

Dengan ditangkapnya para pelaku pemburu gajah oleh aparat kepolisian, perusahaan berharap hal ini akan mengungkapkan kasus-kasus kematian gajah dan jaringan mafia pemburu dan pengumpul gading gajah di Riau termasuk yang terjadi di lahan HTI PT RAPP.

Selang 1 hari setelah Polda Riau melakukan olah TKP dg pelaku pembunuh gajah di areal perbatasan RAPP  ditemukan lagi gajah mati yang sudah berbau/busuk pd tanggal 15 Feb 2015. Dikarenakan bau yang sangat menyengat oleh pekerja dilakukan upaya untuk menghilangkan bau dengan membakar gajah yg mati.  Kami sangat prihatin dengan kematian gajah ini dan menyayangkan tindakan karyawan yg membakar gajah mati tsb utk menghilangkan bau. Tindakan ini adalah tindakan yg tidak sesuai dg SOP perusahaan maka nya kami telah memberikan Surat Peringatan 3 (SP3) ke pekerja yg membakar gajah mati tsb

Perusahaan mendukung upaya penyelidikan baik yang yang dilakukan Kepolisian maupun BBKSDA Riau dalam mengungkap penyebab kematian gajah dan menangkap pelaku pemburu gajah.

Menurut PT RAPP dalam rilisnya, Rabu (18/2/15) perusahaan telah telah dilakukan upaya dalam menuntaskan kasus ini, seperti meningkatkan patroli oleh karyawan maupun tim security, patroli dilakukan dengan kendaraan (sepeda motor maupun mobil) termasuk patroli tim flying squad dengan menggunkanan gajah binaan PT RAPP yang saat ini berjumlah 6 ekor.

Memperketat akses masuk ke estate dan melakukan pemeriksaan terhadap semua kendaraan yang melintas areal konsesi. Menjaga, merawat, dan memperbanyak signboard larangan berburu satwa yang dilindungi termasuk gajah.

Melakukan patroli bersama dengan BBKSDA, TNTN dan WWF di areal TNTN dan sekitarnya untuk mengurangi konflik yang terjadi maupun untuk mengurangi intensitas perburuan yang ada. Serta mensosialisasi ke karyawan, kontraktor rekanan perusahaan maupun masyarakat di sekitar konsesi untuk turut melindungi satwa gajah.

Meningkatkan kompetensi karyawan dan security dalam mitigasi konflik satwa liar dan manusia bekerjasama dengan PALS, WWF dan BBKSDA Riau. Meningkatkan kompetensi karyawan dan security dalam mengenal hidupan satwa liar serta habitatnya bekerjasama dengan Flora Fauna Indonesia (FFI).

Hal ini akan terus dilakukan oleh perusahaan bekerjasama dengan para mitra, namun demikian tentu saja yang utama adalah bagaimana mengamankan kawasan lindung habitat gajah dari gangguan perambahan lahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab karena fungsi habitat sebagai kawasan hutan produksi dan sebagai daerah penyangga bukan sebagai habitat utama  gajah.  Untuk itu perusahaan siap bekerja sama dengan para mitra dalam menjaga kawasan lindung agar tetap berperan sebagaimana mestinya. [rls]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT