Tunjangan Dipungli Setiap Bulan Rp 50 Ribu/Guru

Selasa, 11 Oktober 2011 - 22:30:43 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Oknum pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan melakukan aksi Pungutan Liar (Pungli). Aksi pungutan tersebut dilakukan terhadap tunjangan para guru sebesar Rp 50 ribu setiap bulannya untuk setiap orang guru.

Demikian diungkapkan oleh salah seorang guru seorang guru di salah satu SD asal Kecamatan Pelalawan yang menolak disebutkan namanya, Selasa (11/10) pada wartawan. Ia mengaku uang tunjangan mereka dipotong Rp 50 ribu tiap bulan oleh oknum pengelola di dinas terkait. Pemotongan sebesar Rp 50 ribu tiap guru daerah sulit ini sudah berlangsung selama lima bulan.

“Kami sangat-sangat kecewa karena ada oknum pengelola yang rela memotong uang tunjangan kami,''ungkapnya.

Tidak saja guru daerah sulit di Kecamatan Pelalawan yang dapat pemotongan pihak oknum Disdik Pelalawan in. Beberapa guru yang mengajar di kecamatan lain yang juga tergolong daerah sulit juga ikut menjadi korban pungutann liar.

''Sebelumnya memang ada pemotongan Rp 50 ribu itu sekali dalam satu tahap semisal 6 bulan sekali. Namun sejak 5 bulan terakhir pemotongan Rp 50 ribu dengan alasan uang administrasi itu dipotong tiap bulan. dan sudah berjalan lima bulan. Tidak saja saya dan teman dari Kecamatan Pelalawan yang dipotong, tapi tanyalah boleh dikatakan semua guru asal daerah sulit yang disunat tunjangan itu,'' papar guru lain asal Kecamatan Teluk Meranti.

Menurut para guru ini, dana tunjangan guru sulit yang telah dianggarkan dalam APBD Pelalawan tidak sama jumlahnya. Untuk guru golongan II dana tunjangannya sebesar Rp 500 ribu dan golongan III Rp 550 ribu.

''Kami tidak tahu persis seberapa banyak jumlah guru yang mengajar daerah sulit, namun dipastikan lebih ratusan orang karena hampir tiap kecamatan masih ada dikategorikan daerah sulit dan disana ada guru yang mengajar. Jadi, kalikan sajalah tiap guru Rp 50 ribu dikalikan perbulannya. Tak taulah kami untuk dana adm apa. Karena setahu kami setiap pengelola masalah dana juga ada honornya, apalagi mereka juga kan PNS yang punya gaji. Kalau mau bukti ya silakan saja langsung dengan oknum yang bersangkutan inisial S,” ungkap guru yang tetap menolak ditulis namanya karena alasan tidak mau nantinya dipersulit.

Para guru ini pun meminta perhatian dari Bupati Pelalawan terhadap nasib mereka. ''Kami minta bantuan pak bupati untuk menindak lanjuti langsung keluhan kami ini. Sudahlah kami mengajar di daerah sulit, tunjangan kami yang mestinya penuh diterima tapi dikurangi pula,'' harapnya. Ditempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan MD Rizal,M.Pd, dikonfirmasi membantah keras adanya pemotongan tunjangan guru itu. **/ndi

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT