Wanita Cantik Calon Pendeta Ini Ditikam Pacar Hingga Tewas

Jumat, 06 Februari 2015 - 00:00:03 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Lelaki bernama John Angga Leonardo Wayong (27) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Aztry Yunita Akay (21), warga Desa Morea Jaga 1 Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara.

Wanita calon pendeta berparas cantik itu sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Parakletos, Tomohon. Angga diketahui menghabisi nyawa Aztry dengan menggunakan sebilah pisau dan menyarangkan 10 tikaman di leher Aztry di Gazebo Bukit Inspirasi Tomohon.

Angga pun adalah mahasiswa di STT Parakletos. Kepala Kepolisian Resor (Polres) Tomohon AKBP Ratna Setiawati mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, terkuak motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi dendam.

"Dari pengakuan tersangka kepada penyidik, motif pembunuhan adalah kekecewaan pelaku karena korban memutus hubungan asmara mereka. Tersangka mengaku kesal dengan korban sehingga menghabisi nyawa korban dengan sebilah pisau yang sudah diamankan dan jadi barang bukti," ujar Ratna, Jumat (6/2/2015).

Jasad Aztry pada Rabu (4/2/2015) sekitar pukul 07.00 Wita ditemukan warga tergeletak bersimbah darah. Penemuan mayat tersebut langsung menghebohkan warga Sulawesi Utara. Kecurigaan awal memang sudah dialamatkan ke mantan pacarnya. Warga lalu beramai-ramai memasang foto korban dan tersangka yang diambil dari jejaring sosial Facebook Aztry untuk menjadikannya foto profil di BlackBerry Messenger.

Awalnya, Angga tidak mengakui perbuatannya. Namun, polisi akhirnya bisa membuat Angga mengakui semua perbuatannya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian, beberapa bukti seperti jejak sepatu mengarah kepada Angga. "Ditemukan bercak darah yang ada di kaus tersangka juga sama dengan darah korban," kata Ratna.

Berdasarkan pengakuan tersangka, pada hari itu, Angga menunggu Aztry di kawasan Bukit Inspirasi sekitar pukul 18.00 Wita. Begitu Aztry tiba, Angga langsung menikam mantan kekasihnya itu bertubi-tubi di bagian leher.

Seusai membunuh Aztry, Angga lalu melarikan diri dengan menggunakan kendaraan roda dua. Dia sempat pergi ke Manado, lalu ke Bitung, sebelum ditangkap warga yang mencurigai gelagatnya di Likupang, Minahasa Utara.

Warga lalu menyerahkan Angga kepada polisi yang kemudian membawanya ke Polres Tomohon. Kini, Angga masih terus menjalani pemeriksaan polisi.

Sebelumnya ditemukan Warga Kota Tomohon dengan penemuan mayat perempuan dengan 10 luka tikaman di sekujur tubuhnya, Rabu (4/2/2015) sekitar pukul 07.05 WITA.

Mayat wanita berparas cantik tersebut awalnya ditemukan dalam posisi tengkurap dan berlumuran darah di sebuah gazebo di halaman Auditorium Bukit Inspirasi, Tomohon.

Kepala Polsek Tomohon Utara AKP J Tuda mengatakan, polisi kini sedang mengotopsi jenazah korban dan mengembangkan kasus ini untuk menemukan pelaku pembunuhan.

Korban yang kemudian diketahui bernama Astry Akai (21) warga Morea, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara itu tercatat sebagai mahasiswi semester akhir di Sekolah Tinggi Theologi Prakletos Tomohon.

Astry tinggal di sebuah rumah kos tak jauh dari kampusnya. Di sekitar mayat Astry ditemukan sebuah laptop dan telepon genggam. Tuda menduga, gadis ini tewas dibunuh setelah diperkosa terlebih dahulu.

"Kasus ini sedang kami dalami, dugaan sementara meninggal akibat kehabisan darah karena luka tikaman," ujar Kasat Reskrim Polres Tomohon AKP Dermanto Nasiru.

Kasus pembunuhan terhadap mahasiswi ini melengkapi catatan kelam kriminalitas di awal tahun 2015 di Sulawesi Utara. Sebelumnya seorang mahasiswi Universitas Manado di Tondano, Jeine Rawung (20) tewas dengan 10 luka tusukan pada 22 Januari 2015 lalu. Polisi kemudian membekuk pelaku MR pada keesokan harinya sewaktu bersembunyi di Minahasa Selatan.(kps)


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT