Disperindag Bengkalis: Masyarakat Jangan Makan Apel Impor

Selasa, 03 Februari 2015 - 00:00:10 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Pasca ditemukan bakteri mematikan di apel Granny Smith dan Gala yang diimpor dari Bidart Bros, Bakersfield, California, Amerika Serikat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkalis mengimbau masyarakat di Kabupaten Bengkalis untuk tidak mengkonsumsi dua jenis apel tersebut. Dua jenis apel yang biasa dijual dengan merek Granny's Best dan Big B ini diduga terkena bakteri Listeria monocytogenes.

Imbauan itu disampaikan Kepala Disperindag Muhammad Fauzi, Selasa (03/02) diruang kerjanya kepada sejumlah wartawan.

“Sebelum ada instruksi dari Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan apel dua jenis tersebut aman dikonsumsi, kita mengimbau kepada masyarakat diseluruh Kabupaten Bengkalis untuk tidak mengkonsumsi terlebih dahulu kedua jenis apel tersebut,” imbau Fauzi didampingi Sekretaris Disperindag Alfakhrurrazy dan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Raja Airlangga.

Kemudian ujar Kadis, kepada pedagang buah-buahan diminta untuk selektif menjual jenis apel kepada masyarakat.

Sebab apabila terbukti ada pedagang menjual kedua jenis apel tersebut dan menimbulkan penyakit terhadap konsumen, maka resikonya akan ditanggung pedagang bersangkutan.

Pada kesempatan itu Fauzi juga mengungkapkan bahwa pihak Disperindag sudah melakukan sidak ke kedai buah-buahan maupun pedagang yang menjual apel jenis granny smith dan apel gala. Sidak dilakukan tidak hanya di kota atau pulau Bengkalis saja, melainkan juga di kota Duri kecamatan Mandau, Bukitbatu serta seluruh tempat yang menjual apel.

“Seperti diketahui, mayoritas apel hijau yang dipasarkan di Bengkalis ataupun Indonesia berasal dari impor, terutama dari California Amerika Serikat. Kita juga barusan menerima instruksi dari Kementerian Perdagangan di Jakarta dan Disperindag Riau untuk melarang penjualan apel ekdua jenis tersebut melalui surat,” ulas Fauzi lagi.

Mantan Kepala BPPKP itu menambahkan kalau untuk pemusnahan pihaknya akan segera melakukan setelah ada instruksi dan imbauan. Apel yang dijual di Bengkalis umumnya didistribusikan melalui pelabuhan Belawan di Kota Medan, Sumatera Utara.

Selain itu, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Yusni Emilia Harahap juga sudah tidak mengeluarkan rekomendasi impor dua jenis apel dari perusahaan tersebut pada pada semester II 2014.

“Informasi terakhir yang kita peroleh, saat ini apel tersebut sudah tidak masuk lagi ke pelabuhan Belawan. Namun sisa penjualan yang lama ditingkat pedagang jangan dijual lagi ke masyarakat, pedagang bisa memusnahkan sendiri kedua jenis apel tersebut,” tutup Fauzi. [rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT