Mesum di Kos, Pasangan Kekasih Didenda Potong Sapi

Senin, 02 Februari 2015 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com -Sepasang kekasih yang sedang asik berbuat mesum di rumah kos milik H Hambali Dusun Titian Resak Blok A RT 026 RW 07 Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), digrebek warga yang sedang ronda malam.

Pengrebekan yang berlangsung Ahad (1/2/15) malam sempat menghebohkan warga. "Selama ini kita sudah menaruh curiga dengan mereka berdua. Bersama masyarakat sering melakukan pengintaian di rumah kos tersebut, tepatnya pada malam Minggu malam pukul 23.00 WIB, sehingga dengan masyarakat yang sedang bertugas ronda malam dibantu pemuda melakukan penangkapan, " kata Perangat Dusun Titian Resak, RT Gunawan didampingi Akfitis LSM Tim Peduli Masyarakat Indragiri (TPMI), Deli Senin (2/2/2015). 

Menurut Ujang, penggrebekan pasangan mesum ini pada pukul 24.00 WIB, masyarakat melakukan pengintaian dan penangkapan di kamar kos tersebut. Ternyata apa yang dicurigai warga selama ini terbukti, pasangan kekasih Martu Sianturi (28) dan Citra Gultum (21) sedang asik berbuat mesum di dalam kamar kos tersebut.

"Setelah itu pasangan tersebut kita bahwa ke kantor desa dan kita serahkan kepada kepala desa setempat sambil menunggu kedua orangtua mereka datang," ujar RT Gunawan.

Dengan adanya kejadian ini, masyarakat menuntut untuk melakukan pemotongan sapi kepada pelaku zina sebagai denda yang ditetapkan agama dan daerah. Denda ini diberlakukan sebagai upaya membersihkan kampung atas perbuatan kotor yang telah dilakukan pasangan ini sebelum akhirnya mereka dinikahkan.

Sementara itu, sebut Deli, ketika melakukan interogasi terhadap pasangan tersebut, perbuatan mesum sudah berulang kali mereka lakukan. Tidak hanya di rumah kos itu saja, Martu Sianturi dan Citra Gultom melakukan perbuat layaknya suami istri juga di luar rumah kos yakni tempat-tempat sepi.

"Menurut saya, dengan adanya tuntutan wagra yang minta satu ekor sapi itu wajar saja mereka lakukan, karena dengan perbuatan pasangan tersebut itu sudah membuat kotor dan aib di kampung tersebut dan tuntutan masyarakat itu juga bisa membuat efek jera terhadap yang lainnya agar tidak semena-mena berbuat maksiat di kampung kita ini," tutup Deli. [setia]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT