Gulat Sebut Orang Dekat SBY Janjikan Uang Rp 8 M Buat AM

Kamis, 29 Januari 2015 - 00:00:21 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Terdakwa kasus suap pengajuan revisi alih fungsi lahan perkebunan di Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung menyebut ada pihak lain menjanjikan memberi duit sogok kepada Gubernur non-aktif Riau, Annas Maamun. Uang itu menurut dia diberikan bila Annas mau membantu proses pelepasan Hak Guna Usaha lahan perkebunan kelapa sawit di Riau milik PT Duta Palma.

Gulat yang juga dosen Universitas Riau mengatakan hal itu dalam sesi pemeriksaan terdakwa pada sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (29/1). Menurut dia, duit pelicin itu dijanjikan oleh Suheri yang merupakan anak buah Presiden Direktur PT Duta Palma, Surya Darmadi alias Apeng yang dekat dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Dia bahkan sempat menyumbang buat Partai Demokrat pada pemilihan umum 2014.

Menurut Gulat, dia bertemu dengan Suheri pada 19 Agustus 2014. Saat itu Suheri mengaku didesak bosnya, Surya, supaya bagaimana caranya Pemprov Riau segera mengeluarkan pelepasan HGU. Tetapi menurut Gulat, lahan kebun sawit Duta Palma yang dimohonkan dimasukkan dalam revisi lahan sudah melebihi jatah diberikan Menteri Kehutanan saat itu, Zulkifli Hasan.

Menurut Gulat, permintaan pelepasan HGU Duta Palma janggal lantaran dia tidak memerlukan sertifikat tanah buat mendapatkan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Saat itu dia mengaku Suheri terus mendesaknya supaya permohonan mereka disampaikan dan disetujui Annas.

"Iya. Katanya, 'Pak Gulat bantulah kami sampaikan ke Gubernur. Saya bolak-balik menolak. Dia bilang ini dinda tinggal hari Jumat, terakhir tanggal 19," kata Gulat.

Gulat mengatakan, saat itu juga Suheri memberikan 'uang muka' kepadanya sebesar Rp 100 juta. Uang itu diberikan sebagai imbalan dan meyakinkan Gulat kalau Duta Palma memang mengincar penerbitan sertifikat. Sementara duit buat Annas baru dijanjikan. Dia mengambil uang itu di kantor Duta Palma.

"Ya malam itu dikasih Rp 100 juta. Setelah saya sampai saya tinggal ngambil dan tidak nego. Kata Suheri, 'Pokoknya Pak Gulat, untuk Gubernur kami sediakan Rp 8 miliar, besok kami kasihkan Rp 3 miliar. Nanti untuk Pak Gulat ada, sudah capek-capek.' Lantas dikasih Rp 100 juta. Saya tidak buka sama sekali uang itu, dan sampai saya ketangkap saya tidak tahu isinya uang itu berapa. Makanya saya bilang saya dikasih uang dan saya lapor penyidik," papar Gulat.

Namun sampai Annas dan Gulat ditangkap, duit dari Duta Palma tak kunjung diantar. Gulat lantas mencari pinjaman uang kepada Direktur Utama PT Citra Hokiana Triutama, Edison Marudut Marsadauli Siahaan, sebesar Rp 1,5 miliar. Uang itu dipakai buat menutupi permintaan Annas yang mendesak supaya segera diberikan uang saat berada di Jakarta. [mdc]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT