Rangkaian Kampanye, Jefri jadi Khatib Jumat

Jumat, 30 September 2011 - 23:28:50 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Calon Bupati Kampar nomor urut 3, Jefry Noer menjadi khatib Sholat Jumat di Masjid Almuhajirin, Desa Cinta Damai Tapung Hilir, siang tadi (30/9).

Sebelumnya, Jefry melakukan kampanye dialogis dengan ratusan warga Desa Beringin Lestari, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Warga tumpah ruah bertatap muka dengan calon Bupati Kampar periode 2011-2016 itu.

Kampanye dialogis itu berlangsung di halaman rumah Sugiono, tokoh masyarakat desa setempat. Dalam acara yang berlangsung penuh kekeluargaan itu, H Jefry Noer dengan takzim mendengarkan keluh kesah tokoh masyarakat dan warga setempat.

Tokoh masyarakat Desa Beringin Lestari, Adi Warsito, mengatakan masyarakat di desa mereka mayoritas sebagai petani sawit. Namun masyarakat dihadapkan pada berbagai persoalan yang menyebabkan perekonomian masyarakat tidak berkembang.

“Masyarakat sering dihadapkan pada persoalan sengketa lahan dan perampasan lahan oleh perusahaan yang membuat ekonomi rakyat mundur," tuturnya.

Selain itu, sebut Warsito, nasib guru honor dan komite sekolah seperti dianaktirikan oleh pemerintah Kabupaten Kampar. “Nasib mereka dianaktirikan. Kami mohon perhatian Bapak jika nanti menjadi Bupati Kampar,” ujarnya.

Beberapa warga lainnya juga mengeluhkan sarana dan prasarana serta infrastruktur desa yang minim. Mereka berharap pemerintah daerah memperhatikan hal tersebut dengan serius.

Menanggapi hal tersebut, Jefry Noer, menjawab dengan nada guyon. “Itu karena bukan saya bupatinya,” kata H.Jefry Noer yang langsung membuat ratusan warga yang hadir tertawa riuh dan memberikan tepuk tangan.

Menurut Jefry, pemerintah daerah seharusnya memperhatikan berbagai kesulitan warga, seperti yang dialami masyarakat Desa Beringin. “Pemerintah daerah harus turun, memediasi dan mendukung penyelesaian sengketa lahan antara pihak yang bertikai. Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan jika pemerintah daerah bersunggguh-sungguh membantu warganya,” kata Jefry.

Di lain sisi, imbuhnya, ekonomi kerakyatan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Banyak cara yang bisa ditempuh, salah satunya dengan memberikan dana bergulir kepada setiap desa.

“Tunjangan sebesar itu tentu akan sangat berarti bagi guru dalam meningkatkan taraf hidup mereka,” kata Jefry lagi. **/rls

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT