Komisi E DPRD Riau Dukung Pembangunan RSUD Dilanjutkan

Sabtu, 17 Januari 2015 - 00:00:02 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Anggota Komisi E DPRD Riau, mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), lanjutkan pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirpengaraian. Karena, , gedung enam lantai yang dibangun gunakan dana APBN sejak dua tahun terbengkalai.

Guna menyelesaikan pembangunan gedung RSUD Pasirpengaraian, masih dibutuhkan dana sekitar Rp35 miliar lagi. Hanya saja, Pemkab Rohul harus menyelesaikan proses hibah ke pemerintah pusat. Dengan begitu, bantuan akan diberikan dalam bentuk proyek budget sharing Pemprov Riau dan Pemkab Rohul, bila proses hibah sudah tuntas diurus Pemkab Rohul.

"Dimana penyelesaian bangunan gedung RSUD yang terbengkalai kita dukung. Karena penyelesaiannya gedung itu, nantinya untuk kepentingan masyarakat banyak,"terang Ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur, usai memimpin rombongan Komisi E DPRD Riau, kunjungan kerja ke Rohul belum lama ini.

Kata Masnur Politisi asal Golkar menyebutkan, bahwa proses bantuan akan diberikan Pemprov Riau, namun persoalan hibah harus bisa diselesaikan terlebih dahulu. Karena hibah dari pusat ke Pemkab Rohul karena dibangun menggunakan dana APBN.

"Kekurangan dananya masih Rp35 miliar, kita bisa bantu dengan sistim budget sharing," jelas Masnur.

Dari tinjauan langsung Komisi E didampingi Wakil Bupati Rohul Hafith Syukri, juga hadir dalam kunjungan kerja, Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo, Wakil Ketua Komisi E, Magdalisni, Sekretaris Komisi E, Markarius Anwar, Anggota Komisi E, Ramos Teddy Sianturi, Ade Hartati, M.Adil, Adriyan, Septina Primawati, T.Nazlah Khairati, Syafaruddin Poti.

Komisi E DPRD Riau, juga menyempatkan tinjau langsung pelayanan RSUD Rohul. Komisi E menilai pelayanan RSUD bagus dan cepat karena sudah menerapkan sistim Informasi Teknologi (IT) pada setiap pelayanan.

"Ini perlu dicontoh, karena pelayanan rumah sakit luar biasa, dan karena sudah menggunakan sistim IT. Bahkan penataan rumah sakit juga bagus, namun masih kekurangan ruang rawat inap," kata Masnur. 

Dari hasil pantauan langsung Komisi E DPRD Riau, nantinya akan dijadikan sebagai bahan untuk melakukan rapat kerja untuk penyusunan APBD Perubahan 2015 dan APBD Riau 2016. 

"Ini bisa jadi bahan dalam rapat kerja kita dengan Bappeda ke depannya," tegas Masnur.

Informasi Kepala RSUD Rohul, Kepala RSUD Rohul, dr.Wildan Asfan HSB menyebutkan, bahwa untuk sistim pelayanan di RSUD Rohul sudah berbasis teknologi menerapkan sistim on-line. "Kita sudah menggunakan Sistem 23 aplikasi sudah online," jelas Wildan kepada anggota Komisi E DPRD Riau.

Menurutnya lagi, pembangunan gedung RSUD Rohul enam lantai tersebut dibangun pada tahun 2011 dan 2012.

"Namun, proyek pembangunan terlantar tahun 2013 dan 2014. Nasibnya sama dengan Gedung Bedah Central RSUD Arifin Achmad," jelasnya.

Pemkab Rohul bersama pihak RSUD Pasirpengaraian sendiri, telah memulai mengurus proses hibah ke pusat agar penyelesaian gedung tersebut dapat dilanjutkan.

"Kita juga sudah meminta ke BPK, lakukan audit dan diusulkan hibah. Gedung tersebut, sebenarnya sangat dibutuhkan guna meningkatkan pelayanan yakni untuk Poliklinik, Perkantoran, ruang rawat inap,"harap Wildan.[adv-hms]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT