Mobil Pengangkut Kayu Illegal Menghilang

Jumat, 16 Januari 2015 - 00:00:14 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com -Ternyata mobil cold diesel yang dipakai sebagai alat pengangkutan kayu illegal, menghilang dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal tersebut diketahui usai tim Dinas Kehutanan (Dishut) Inhu meninjau lokasi kelokasi praktek pengambilan kayu.”ujar Edi Rangkuti anggota relawan Dishut Inhu, Jumat (16/1/15).

Praktek olahan kayu illegal itu, tengah dilaporkan ke Dishut Inhu sejak Selasa (13/1/15) kemaren sekaligus satu unit mobil jenis coldisel dan puluhan kubik kayu yang diamankan relawan. Namun setelah tim Dishut Inhu turun langsung menuju lokasi paraktek pengambilan kayu, ternyata mobil tersebut menghilang dari TKP karena tidak di jaga.

"Jadi tim dilapangan, hanya kayu olahan lagi yang ditemukan dengan berbeda tempat penumpukan. Maka tim Dishut telah keluar dari areal TKP dan belum diketahui tindak lanjutnya. Karena relawan ini hanya sifat membantu dengan kinerja Dishut, sehingga dilakukan pengaman saat itu, tapi mobilnya tidak ada lagi," sesalnya Edi.

Menyoal olahan kayu illegal yang sempat di amankan, ada sekitar 50 kubik dan satu unit mobil sebagai transportasi alat pengangkut mereka yang di bawa ke daerah Jambi, dan pelakunya juga berasal dari wilayah sana, namun praktek pengambilan kayu masih wilayah kawasan hutan lindung di Inhu.

Selanjutnya sebagai pemilik kayu yang ditemukan sebut Edi, kuat dugaan milik Darso (62) asal Kab Tebo, Jambi. ”Tapi setelah relawan keluar guna melaporkan kejadian pembabatan hutan tersebut, tak dijumpai lagi mobil itu, termasuk sebahagian kayu juga menghilang," katanya.

Kepala Dishut Inhu Suseno Adji melalui Sekeretaris Jhon Maryanto membenarkan adanya praktek pengambilan kayu secara illegal yang terjadi di daerah Batang Cenaku. Maka tim di turunkan kelokasi guna kroscek lapangan, apakah benar atau tidak adanya terjadi pembalakan liar.

"Hasil tim yang di turunkan Dishut Inhu, baru pulang dari TKP dan belum menerima laporan mereka. Jadi belum diketahui secara pasti, apakah masih ada kayu dan mobil tersebut di TKP, masih menunggu laporan tim. Sebab saat adanya laporan masyarakat, Dishut Inhu langsung menanggapi sekaligus menurunkan tim. Artinya masih menunggu hasil laporan tim, dan belum menerima hasil tinjauan mereka," pungkasnya.[setia]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT