Jamwas Sedang Proses Dugaan Suap Kejari Bengkalis

Jumat, 09 Januari 2015 - 00:00:02 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung, Jasman Pandjaitan berjanji akan mengungkap kasus dugaan suap yang diduga dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis, Mukhlis. Menurutnya, saat ini Kejagung tengah memproses kasus tersebut.

"Memang diduga Kajari Bengkalis ketemu dengan terlapor (CV SPM) di Singapura," kata Jasman di sela-sela pelantikan Satgassus-PRTPK di gedung Sasana Baharuddin Lopa Kejagung, Jakarta, Kamis (8/1/15).

Jasman mengatakan tim pengawas pada Jamwas telah memanggil kuasa hukum Direktur BLJ Yusrizal dari Ihza & Ihza Law Firm yang dipimpin mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra. Pemanggilan itu dilakukan untuk dimintai keterangan guna menambahkan bukti dugaan suap.

"Dimintai keterangan terkait laporannya soal dugaan suap Kajari Bengkalis," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi di gedung Jamwas Kejagung, salah satu kuasa hukum PT BLJ, Arfa Gunawan mengakui bahwa pemanggilannya itu untuk dimintai klarifikasi menyangkut dugaan suap tersebut.

"Jadi diduga Kajari ini menerima dana dari PT CV SPM di Singapura dan klien kami diperiksa," ujarnya.

Lanjut, Arfa mengatakan telah memberikan data tambahan terkait pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh oknum Kajari Bengkalis yakni menerima honor dari PDAM di Bengkalis setiap bulannya. Arfa berharap dengan data tambahan yang diberikan ke Jamwas pihak Kejagung dapat menemukan titik terang atas pelanggaran-pelanggaran yang melibatkan Mukhlis.

"Kita percaya Jamwas sudah menindaklanjuti ini. Kini tim Jamwas sedang mengumpulkan hasil dari tindak lanjut itu. Kita hanya memberi tambahan informasi saja," tandasnya.

Sebelumnya, telah terjadi konflik antara PT Bumi Laksaman Jaya (BLJ) dengan CV Surya Perdana Motor (SPM) hal itu disebabkan lantaran adanya dugaan wanprestasi terkait penyertaan modal senilai Rp 300 miliar. Atas kasus ini Direktur BLJ, Yusrizal telah ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti diketahui, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis, Mukhlis diduga telah menerima suap dari CV SPM. Selain diduga menerima uang tunai sebesar Rp 250 juta dan cek Rp 5 miliar dari CV SPM, dari hasil pengembangan Mukhlis juga diduga menerima honor gelap setiap bulannya dari PDAM Bengkalis senilai Rp 7 juta.

Dugaan honor gelap itu terbukti dengan adanya SK Direksi PDAM Kabupaten Bengkalis No 25/PDAM-Kab/IX/2012/a. Tentang Penunjukan Tenaga Ahli Hukum PDAM Kabupaten Bengkalis. [mrd]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT