Pulau Padang Memanas, Warga Usir Eskavator PT RAPP

Selasa, 06 Januari 2015 - 00:00:17 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Ratusan warga dari empat desa di kecamatan Merbau dan Putri Puyuh, mendatangi lokasi PT RAPP yang sedang melakukan penggalian kanal. Kedatangan warga di tengah hutan yang bermasalah untuk menghalau escavator yang sedang bekerja untuk membangun kebun akasia milik konglomerat Sukanto Tanoto.

Masyarakat empat desa dari Sungai Anak Kamal, Mekar Sari, Pelantai dan Lukit, hari iru, Minggu 4 Januari 2015 bertujuan menghalau 20 unit alat berat yang diperkerjaan PT RAPP di wilayah desa mereka di wilayah Pulau Padang. 

Warga sejak pukul 08.00 wib sampai 18.00 WIB bertahan di lokasi yang jumlahnya ratusan orang dan berhasil menghentikan alat berat eskavator milik PT RAPP jang sedang beroperasi. Selanjutnya mereka mengusir eskavator keluar dari desa mereka sebelum hal yang tak diinginkan terjadi.

Salah seorang warga, Abdul Munif asal desa Sungai Anak Kamal melalui selulernya, Selasa (6/1/15) menyampaikan, kedatangan warga empat desa bertujuan menghalau para pekerja yang menggunakan alat berat dari lokasi tersebut. 

"Kami masyarakat dari empat desa di Pulau Padang kabupaten Kepulauan Meranti berhasil mengusir 20 unit eskavator PT RAPP yang sedang menggali kanal di wilayah kami," katanya.

Warga empat desa berjumlah sekitar 200 orang merupakan aksi serentak dari masing-masing masyarakat desa.

Sejak sebulan terakhir pihak PT RAPP yang menjalankan usaha HTI di wilayah Pulau Padang, semakin intensif membangun kanal diatas hutan yang dinilai masih bermasalah karena lokasi tersebut termasuk wilayah yang dikeluarkan dari konsesi PT RAPP. 

Akibat beroperasinya 20 eskacator perusahaan pembabat hutan alam itu diatas hamparan gambut di Pulau Padang itu, dalam sebulan terakhir lahan desa di empat desa yang telah digarap PT RAPP mencapai 400 hektar. Demikian juga kayu alam yang selama ini sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan kayu masyarakat telah habis ditumbangkan perusahaan PT RAPP.

"RAPP yang mengerahkan eskavator dan beroperasi siang malam itu tak hanya mengambil kayu alam saja, melainkan telah menggali kanal puluhan kilo meter. Lihat saja sekarang banyak anak sungai buatan perusahaan itu di wilayah kami," kata Abdul Munif.

Warga empat desa akan tetap mempertahan wilayah mereka dengan segala cara, karena menurut mereka RAPP sudah cukup memporak porandakan seluruh isi hutan di Pulau Padang yang telah menghancurkan hutan gambut dengan pembangunan ribuan kilo meter kanal itu. "Jangan pula lahan sejengkal yang kami miliki turut kalian sikat," katanya. [def]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT