Deari Zamora Tunjukkan Pengakuan Mantan Kasek

Ahad, 21 Desember 2014 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Anggota DPRD Inhu, Deari Zamora menyesalkan adanya pengaduan dari oknum mantan Kepala Sekolah yang mengaku dinonjobkan karena tidak memenuhi permintaan oleh oknum pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu. Hingga saat ini kebenaran masih terus ditindaklanjuti.

Seperti disampaikan salah seorang anggota DPRD Inhu, Deari Zamora kepada wartawan, Minggu (21/12/14) menyampaikan, untuk memperkuat kebenaran pengaduan para kepala sekolah yang saat ini dinonjobkan, mereka juga membuat surat pernyataan secara tertulis. Sehingga meyakinkan semua pihak bahwa kejadian itu memang terjadi dan dialami oleh sejumlah kepala sekolah yang dimintai sejumlah uang oleh oknum pejabat di Inhu. Namun hal itu harus dicek kebenaran dengan memanggil  oknum terlebih dahulu yang ada di Dinas Pendidikan dan siap pelakunya.

Menurut Deari, muncuatkan pungutan kepada kepala sekolah oleh oknum menurut pengakuan oknum mantan Kasek, berakibat mereka dinonjobkan. Karena tidak dapat memenuhi permintaan dari oknum Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabiddas) Dinas Pendidikan Inhu yang jabat saat ini oleh Bachtiar.  Akibatnya oknum mantan Kasek saat mutasi dinonjobkan dan tidak ikut dilantik.

"Salah satunya untuk mengecek kebenaranya dewan harus hering dengan Dinas Pendidikan dengan memanggil yang terkait, serta saksi-saksi pelapor nanti akan dihadirkan juga. Bila laporan mereka terbukti, harus dilanjutkan ke proses hukum, agar tidak terjadi untuk selanjutnya," pintanya.

Kabiddas Dinas Pendidikan Inhu, Bachtiar membantah adanya tudingan oknum Kepsek. "Jadi tidak benar saya ada meminta uang untuk mendapatkan Jabatan, karena tugas dan fungsi tidak disitu. Apalagi saat itu belum menjabat sebagai Kabiddas Dinas Pendidikkan, maka tudingan tersebut tidak tepat dengan saya," bantahnya.

Menurut Bachtiar, jika ada oknum Kasek yang membuat surat pernyataan secara tertulis yang menuding dirinya meminta uang untuk mendapatkan jabatan, itu haknya. "Nanti akan dibuktikan di Pengadilan karena persoalan fitnah ini juga telah dilaporkan ke Polisi. Artinay biarlah hukum yang memprosesnya nanti, dan ditunggu saja hasilnya," pungkasnya. [setia]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT