PT SS Langgar UU No.13/2003, Masyarakat Ancam Blokir Jalan

Ahad, 21 Desember 2014 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Sejak PT.Seberida Subur (SS) berada di Desa Siambul Kecamatan Batang Gangsal, selayaknya diusur karena dinilai tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat. Hal itu disampaikan Saut Parulian warga Simpang Kurindo, Dusun Kampung Baru, Desa Siambul kepada wartawan, Minggu (21/12/14).

"Ketika masyarakat tempatan meminta pekerjaan dari perusahaan grup Duta Palma Nusantara, mereka menolak dengan berbagai alasan. Kenyataan warga tempatan Kampung Baru ini tidak ada yang bekerja disana, kecuali di kebun sendiri," kata Parulian.

Parulian mengaku perusahaan tersebut sudah sekitar delapan tahun beroperasi di wilayah itu. Namun selama itu pula perusahaan mendatangkan pekerja dari luar daerah tanpa memanfaatkan tenaga kerja lokal.

"Akibat keangkuhan perusahaan, warga ada rencana melakukan pemblokiran akses jalan PT.SS, karena jalan yang dilalui larena itu bukan milik perusahaan," tukasnya.

Anggota BPD Kampung Baru, Sriyono juga memberikan dukungan kepada warganya untuk melakukan penutupan akses jalan PT.SS. Menurutnya banyak warga lapor, karena pihak perusahaan yang beraktifitas dalam wilayah Desa Siambul menolak warga tempatan untuk bekerja.

Sedangkan maksud dan tujuan adanya perusahaan itu, agar terbantu juga masyarakat tempatan, paling tidak bisa menampung tenaga kerja lokal. Jadi seharusnya PT.SS layak di usir dengan menutup akses jalan mereka jika tidak peduli dengan lingkungan. “Tunggu bermusyawarah di Desa, baru nanti mendatangi perusahaan milik raksasa itu," tandasnya.

Keluhan warga soal sulitnya mendapatkan pekerjaan dari PT.SS sesuai skil yang dimiliki serta pendekatan juga telah diupayakan agar pengertian perusahaan untuk bisa menampung sebahagian pekerja lokal. Namun pihak managemen PT.SS banyak alasan yang tidak masuk akal.

Kepala Desa Siambul Kecamatan Batang Gangsal, Umar kepada wartawan melalui seluler menyebutkan, jika itu yang terbaik dengan menutup akses jalan perusahaan, selaku kepala Desa Siambul tetap mendukung asalkan tidak melakukan anarkis. Karne ajalan yang digunakan perusahaan, lintas jalan warga. Sebab dinilai keberadaan PT.SS, tidak menguntungkan kepada masyarakat tempatan.

Sementara Dinas Kepala Dinas Tenaga Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indragiri Hulu melalui Kasi Pengawasan Tenaga Kerja, Joko mengakui akan melakukan pemanggilan kepada pihak PT.SS. Namun tunggu ada laporan resmi dari masyarakat terkait keluhan tersebut.

"Perusahaan wajib mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai skil yang dimiliki. Karena itu diatur dalam UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jadi saya tunggu laporan mereka dari masyarakat, agar ada alasan kuat untuk memanggil pihak PT SS,"  janjinya Joko. [setia]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT