Pungli di LP Bangkinang Meresahkan Napi

Selasa, 13 September 2011 - 12:48:56 WIB
Share Tweet Instagram

Depkum HAM tampak belum bisa membersihkan lembaganya dari sogok menyogok, pungli dan sejenisnya yang berhubungan dengan uang. Saat ini diindikasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Bangkinang Kampar masih berlangsung pungli yang meresahkan keluarga dan napi.

Seperti, kamar LP yang diperuntukan khusus buat napi dijadikan objek sumber pemasukan uang untuk oknum. Hal ini terjadi karena kerjasama yang terkodinir antara petugas dengan KPLP serta Ka Lapas sendiri. Sistim

sewa kamar yang terjadi disini, menurut para napa harga bervariasi, mulai harga Rp 1,5 juta pernapi sampai puluhan juta rupiah untuk kasus elit seperti korupsi.

Modus operandi, bagi napi atau tahanan yang tidak memiliki sejumlah uang akan tetap ditempatkan di kamar 1 orientasi blok A sampai vonis berakhir. Disini napi dan tahanan ditempatkan secara bersama dengan isi kamar paling sedikit sekitar 50 sampai mencapai 100 napi serta tahanan. Jika para napi dan tahanan memiliki uang bisa memilih kamar hotel prodeo.

seperti kamar 5 blok A setiap napi yang memiliki uang sekitar Rp 5 juta mereka bisa tidur disini. Fasilitasnya lebih, karena disini penghuni bisa membentang kasur, bisa pakai despenser, rice cooker, dan memakai hp dan kamar senantiasa buka kereng (pintu kamar siang hari terbuka). Selain kamar 5 masih ada kamar serupa seperti kamar 9 blok A untuk kasus narkoba. Disini juga harganya sama dengan fasilitas yang sama, cuma ukuran kamarnya lebih kecil (isi kamar sekitar 6 orang). Begitu juga kamar 16 Blok A, harganya Rp 2,5 juta pernapi, cuma fasilitasnya tidak sama dengan kamar 5 dan 9.

"Suami saya pernah mau ditempatkan dikamar 5 dan kami telah menyerahkan uang Rp 5 juta. Tapi dengan petugas yang bernama Tepson ditempatkan dikamar 16 dengan harga kamar Rp 2,5 juta. Namun sisa uang kami tidak pernah dikembalikan oleh petugas Polsus Lapas dengan alasan uang sudah habis dibagi-bagikan buat petugas lainya," ujar sumber pada metroterkini.com.

Masih ada sejumlah persoalan yang ada di LP Bangkinang yang selama ini tidak pernah tersentuh dan hal itu terus berlangsung dan sudah memdarah daging dilingkup LP. Saat hal ini dikonfirmasi ke petugas Polsus Lapas, Tepson membenarkan adanya pungli di LP Bangkinang. Menurutnya, seperti disampaikan sumber, uang sebanyak Rp 2,5 juta disetor ke pimpinan dalam hal ini Ka Lapasa dan KPLP sedangkan sisanya dibagi-bagi sesama petugas.

Saat hal ini dikonfirmasi ke Ka Lapas, Bawon SH melalui Ka KPLP Effendi SH yang bersangkutan tidak pernah menjawab sms yang dikirimkan. Sampai berita ini diturunkan, Ka Lapas Bangkinang belum bisa dihubungi.**/mtc

 

LSM Penjara Demo:


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT