Gubri: Lahan Main Stadium Aman

Selasa, 13 September 2011 - 11:11:41 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Gubernur Riau, Rusli Zainal telah melakukan pertemuan dengan penggugat lahan main stadium PON di Kampus UR. Menurutnya lahan yang selama ini dipermasalahkan tak lagi ada masalah alias aman.

Padahal selama ini perkara sengketa lahan main stadium PON di Kampus Iniversitas Riau (UR) tengah santer-santer jadi bahan pembicaraan publik karena diatas lahan tersebut dinilai bermasalah dengan pemilik alias penggugat. Gubernur Riau M Rusli Zainal dengan Dirut PT Hasrat Tata Jaya (HTJ) Muklis Mi'in selaku penggugat dimediasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah melakukan pertemuan kemarin malam.

Mukhlis Mi'in yang selama ini telah mengklaim memiliki lahan seluas 18 hektar di atas pembangunan proyek main stadium, menurut Gubri sudah membenarkannya bahwa penggugat tidak memiliki lahan diatas main stadium PON. Kecuali pada akses pembangunan jalan masuk auditorium UR.

"Kita sudah melakukan pertemuan bersama Muklis Mi'in langsung. Hasilnya dia membenarkan tidak ada lahannya yang terkena dari pembangunan main stadium. Bahkan saat itu, langsung kita lakukan kroscek bersama pihak BPN dan Beppeda Riau yang juga hadir pada malam itu. Kecuali pada akses jalan masuk menuju auditorium UR," kata Gubri kepada wartawan, disela-sela kunjungannya di proyek pembangunan main stadium didampingi Kadis PU Riau SF Haryanto, Kadispora Riau Lukman Abas, Senin (12/9).

Karena proyek pembangunan main stadium ini tidak ada masalah dan dinyatakan bebas dari tuntutan Mukhlis Mi'in dan masyarakat, maka pembangunan yang saat ini terus digesa tidak ada masalah lagi. "Tanah ini tidak masalah, sebelum membangun main stadium, kita sudah antisipasi tidak boleh titik nol pembangunan ini bermasalah," ungkap Gubri.

Sementara itu, adanya tuntutan lahan yang ada di luar pembangunan main stadium menurut Gubri tidak akan mempermasalahkanya. Jika nantinya seluruh tanah yang diklaim penggugat tersebut akan ditutup. Menurut Gubri itu merupakan hak dari pemilik lahan.**/mtc


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT