Kampus Disegel, Perkuliahaan STIE Syariah Bengkalis Lumpuh

Kamis, 18 Desember 2014 - 00:00:10 WIB
Share Tweet Instagram


Metroterkini.com - Pasca disegelnya kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syariah Bengkalis oleh mahasiswa, aktivitas perkuliahaan di STIE Syariah lumpuh total, Kamis (18/12).

Penyegelan kampus ini dampak dari aksi unjuk rasa mahasiswa dan sebagian dosen serta karyawan STIE Syariah. Yang mendesak Ketua STIE Syariah, Nurul Amin (bukan Nur Amin seperti berita sebelumnya) mundur dari jabatannya.

Pantauan dilapangan, Kamis siang, tidak ada satupun aktivitas yang terlaksana di kampus tersebut termasuk proses belajar mengajar.

Pintu ruang kantor STIE serta seluruh ruang belajar disegel dengan menggunakan kayu.

Terlihat beberapa mahasiswa dan dosen yang menuntut Ketua STIE turun berjaga di kampus untuk memastikan aksi segel kampus tetap terpasang.

Fitrianto, salah satu dosen yang menuntut Ketua STIE turun dari jabatannya mengatakan, aksi baru akan berakhir setelah Bupati Bengkalis mengambil kebijakan terkait kisruh yang terjadi di sekolah tinggi ekonomi satu-satunya di Bengkalis itu.

“Sampai Bupati mengambil kebijakan untuk permasalahan ini. Kalau dosen, dalam kontek kami kekurangan jam mengajar dalam pekerjaan akan kami penuhi setelah semua permasalahan selesai,” katanya.

Sementara itu, koordinator unjuk rasa Mulyadi memaparkan, aksi ini sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terkait kepemimpinan Nurul Amin di STIE.

“Kemarin Amin mengatakan jika semuanya mahasiswa STIE tidak masuk dan menuntut dia turun, dia siap turun, itu pernyataannya. Ini telah kami buktikan. Hari ini tak satu mahasiswa yang belajar di kampus ini,” tegas Mulyadi.

Sementara itu, Nurul Amin yang coba dikonfirmasi melalui telepon 085265609XXX tersambung, namun tidak diangkat.

Dewan Minta Dievaluasi

Sementara itu ditempat terpisah, anggota Komisi IV DPRD Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan ketika diminta pendapatnya tentang kisruh di STIE Syariah Bengkalis meminta pihak Yayasan Bangun Insani (YBI) yang menaungi STIE Syariah Bengkalis untuk mengevaluasi kinerja Ketua STIE Nurul Amin.

Irmi Syakip Arsalan yang membidang Pendidikan
menduga penyebab mahasiswa, dosen an karyawan STIE Syariah tak puas dengan kepemimpinan Nurul Amin karena dinilai tidak membawa kemajuan terhadap STIE Syariah.

“Melihat kondisi STIE hari ini, kalau memang kinerja Nurul Amin perlu di evaluasi ya di evaluasi, dan kalau memang STIE ini butuh figur baru untuk kemajuan STIE kedepannye kenapa tidak dilakukan oleh Yayasan,” ujar Irmi Syakip, Kamis siang.

Pria yang akrab disapa Ikip ini mengatakan, Komisi IV selalu membuka diri dan siap untuk menjadi penengah kisruh yang terjadi di STIE Bengkalis agar bisa cepat terselesaikan.

“Paling tidak, jika kawan- kawan dari STIE ingin kita hearing masalah ini, masukkan surat ke Komisi IV. Jika perlu nanti kita dudukkan sekali dengan pihak kampus, yayasan dan mahasiswa. Jadi dari situ nanti, bisa kita carikan solusinya,” pungkasnya. [rdi]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT