Merasa Dicueki, Massa Paskalis Baru Bakar Kantor Bupati & DPRD

Rabu, 17 Desember 2014 - 00:00:21 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende mengatakan pihaknya telah menahan lima orang terduga pelaku pembakaran Kantor Bupati Maybrat, Papua Barat.

"Kami terus bekerja cepat dan telah menahan lima orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembakaran Kantor Bupati Maybrat," kata Irjen Pol Yotje Mende di Kota Jayapura, Rabu (17/12), seperti dilansir antara.

Kelima orang yang telah diamankan di Polres Sorong Selatan, kata Yotje, masing-masing berinisial OO (pengangguran), RT (mahasiswa), FB (pelajar), AB (mahasiswa) dan MK (pengangguran). "Kelima orang yang diamankan itu sudah dan sedang dalam pemeriksaan oleh anggota di Polres Sorong Selatan," katanya.

"Jadi para pelaku itu, membawa bensin dan membakar, nah ini-kan perbuatan yang sangat sadis dan mereka harus mempertanggungjawabkan dalam posisi apapun. Kami akan melakukan tindakan tegas," katanya.

Yotje juga mengungkapkan jika di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, belum ada Polres definitif, dan yang ada Polsek. "Hal ini akan kami usulkan ke tingkat pengambil keputusan agar beberapa Polsek di Papua dan Papua Barat ditingkatkan menjadi Polres," katanya.

"Apalagi dii Maybrat kan masih berstatus Polsek, makanya kasusnya diambil alih oleh Polres Sorong Selatan. Kami juga akan usulkan ke Markas Besar Polri, bahwa ada beberapa kabupaten yang masih ditangani Polsek untuk menjadi Polres, tapi ini masih program," lanjutnya.

Kantor Bupati Maybrat, pada Senin (15/12) malam dibakar oleh massa pendukung Paskalis Baru yang meninggal dunia setelah enam bulan menjalani perawatan medis di Jakarta.

"Bukan itu saja, masyarakat pendukung almarhum Paskalis Baru juga membakar kantor DPRD Maybrat. Semuanya hampir habis terbakar rata dengan tanah, tapi kantor DPRD tersisa setengahnya," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono di Kota Jayapura, Selasa (16/12).

Ia menduga pembakaran itu disebabkan kekesalan massa pendukung almarhum Paskalis Baru, terhadap Pemerintah Kabupaten Maybrat yang terkesan tidak peduli dengan kondisi salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Maybrat itu.

"Pembakaran itu diduga disebabkan meninggalnya tokoh pemekaran Kabupaten Maybrat, Paskalis Baru di Jakarta. Jadi memang perlu sekali pemahaman, karena karakter masyarakat Maybrat yang cukup keras dan hukum adat yang keras pula," katanya. [mer]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT