Gerhana Matahari Total akan Terjadi di Indonesia Timur

Selasa, 16 Desember 2014 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) sangat jarang terjadi, dan pada Maret 2016 mendatang kawasan Timur Indonesia akan mengalami GMT yang terjadi 54 tahun sekali.

Gerhana Matahari Total ini diperkirakan akan dapat terlihat di kawasan Indonesia Timur yaitu wilayah Palu, Sulawesi Tenggara, Palangkaraya, dan Halmahera. 

Menurut Kepala Observatorium Boscha, Mahasena Putera, peluang terjadinya Gerhana Matahari Total setiap tahun sebenarnya mencapai 13 kali. 

Namun, karena orbit Bumi terhadap matahari yang miring, maka hanya ada dua kali kemungkinan dalam satu tahun. Sehingga sangat kecil kemungkinan untuk terjadi di wilayah yang sama dan Indonesia Timur sangat jarang mengalami gerhana total ini.

"Tetap saja kemungkinan itu sangat kecil. Karena semua (Bumi dan Bulan) bergerak sehingga terjadinya GMT berpindah pindah," ujar Mahasena kepada CNN Indonesia.

Gerhana Matahari Total ini kemungkinan besar akan mulai terjadi pada pukul 07.00 WIB dan diperkirakan akan mencapai total sekitar pukul 10.00 WIB dengan waktu selama 2,5 menit.

Menurut Mahasena, gerhana ini tidak akan memberikan dampak tertentu bagi lingkungan baik alam maupun hewan. 

"Sejauh ini gerhana terjadi paling lama hanya 5 menit. Tidak ada dampak apapun yang terjadi. Hanya mungkin hewan sedikit kebingungan karena gelap dan temperatur udara akan turun sejenak," lanjutnya.

Observatorium Boscha sendiri mengakui tidak ada persiapan khusus dalam menghadapi gerhana ini. Hanya sekadar mempersiapkan teleskop dan beberapa kamera untuk pengambilan gambar.

"Secara sains nilainya tidak terlalu tinggi karena GMT adalah hal yang biasa terjadi, tapi untuk daerah Timur memang cukup jarang, jadi persiapan hanya untuk pengambilan gambar saja," kata Mahasena.

Mahasena juga mengimbau agar masyarakat tidak menatap langsung gerhana sebelum mencapai total. Indonesia sendiri sempat dilintasi Gerhana Matahari Total pada 11 Juni 1983. Kemudian terjadi kembali pada 24 Oktober 1995 dan terjadi hanya selama 2 menit.

Saat itu GMT hanya melintasi pulau kecil di ujung utara Indonesia di Sulawesi Utara. GMT yang terjadi pada 1995 silam ini adalah yang terakhir kali terjadi.

Gerhana Matahari Total sendiri adalah sebuah fenomena di mana posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup pancaran cahaya ke Bumi.[cnni]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT