FBI: Malware Canggih, Hati - Hati dengan Komputer Anda

Ahad, 14 Desember 2014 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Peretasan yang menimpa studio film Hollywood Sony Pictures difasilitasi oleh program jahat alias malware canggih. 

Saking canggihnya, pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) yang menyelidiki kasus tersebut mengatakan bahwa malware tersebut bisa membobol sebagian besar sistem keamanan komputer yang ada saat ini.

“Malware yang dipakai mungkin bisa melewati 90 persen pertahanan internet yang dipakai oleh sektor swasta saat ini, bahkan mungkin juga menyusup ke sistem pemerintah,” ujar Asisten Direktur Divisi Cyber FBI, Joseph Demarest, seperti dikutip Kompas Tekno dari ArsTechnica,  Sabtu (13/12/14).

Demarest menambahkan bahwa malware yang dipakai untuk meretas Sony Pictures dibuat dengan teknik tinggi, serta didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki niatan “serius” untuk menyerang.

“Berdasarkan upaya investigasi sejauh ini, kami bisa mengatakan bahwa mereka (para peretas Sony Pictures) sangat terorganisir dan gigih,” katanya lagi.

Pernyataan Demarest senada dengan Kevin Mandia, kepala firma keamanan Mandiant yang disewa Sony untuk ikut menyelidiki penyerangan yang menimpanya. Minggu lalu, Mandiant berujar bahwa serangan yang dilakukan “dengan strategi yang tidak biasa” dan “tidak mungkin diantisipasi oleh Sony Pictures”.

Peretas Sony Pictures berhasil mencuri sejumlah besar data dengan ukuran total melebihi 100 GB dari sistem internal Sony. Data yang dicuri termasuk informasi-informasi sensitif, seperti film yang belum dirilis, serta data pribadi milik puluhan ribu karyawan Sony Pictures.

Dalang di balik serangan ini diduga adalah negara Korea Utara yang mengecam film The Interview dari Sony Pictures. Korut keberatan dengan plot The Interview yang mengisahkan usaha pembunuhan terhadap pemimpin negeri tersebut, Kim Jong Un.

Tetapi pihak Korut sendiri telah menampik dugaan tersebut. Hingga kini masih belum jelas betul siapa yang bertanggung jawab atas insiden peretasan Sony Pictures.[kmp]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT