Oknum Biro Kesra Pemprov Riau Potong Bantuan Beasiswa Rp 1 Juta

Sabtu, 13 Desember 2014 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Sejumlah mahasiswa di Pekanbaru mengaku resah dengan potongan beasiswa yang mereka terima dari Pemerintah Provinsi Riau. Menurut mahasiswa, dari 68 Mahasiswa calon penerima Beasiswa bantuan pendidikan S1 asal Kabupaten Rokan Hulu, semula bantuan biaya pendidikan S1 tersebut berjumlah Rp 3, 5 juta, namun yang dia terima hanya Rp 2,5 juta saja. 

Pemotongan bantuan beasiswa di lakukan oleh oknun PNS di kalangan Biro Kesra Provinsi Riau sebesar Rp. 1 juta setiap penerima bantuan tersebut. " Kemarin saya ikut aksi damai sempena peringatan hari anti korupsi se-dunia di Rohul, namun hari ini bantuan beasiswa pendidikan yang diberikan oleh Provinsi Riau sudah di pangkas oleh oknum PNS di Biro kesra Riau,'' ungkap Usman mahasiswa asal Rohul ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Zainul Akmal, yang mengatakan sangat keberatan dengan pemotongan sepihak yang dilakukan oleh oknum PNS di Biro Kesra Riau itu. 

''Dulu tidak ada perjanjian kalau beasiswa itu akan di potong sebesar Rp. 1 juta, oknum itu hanya minta uang jasa karena sudah membantu pengurusan proposal bantuan pendidikan, jujur saya prihatin kepada kawan-kawan mahasiswa sebanyak 68 orang tersebut,'' kata Zainul.

Diketahui sebelumnya modus oknum PNS tersebut dalam aksi pungli yang dilakukannya adalah dengan cara bekerjasama dengan salah seorang mahasiswa yang tugasnya adalah mengumpulkan berkas permohonan bantuan pendidikan. 

Selanjutnya setelah melalui verifikasi berkas dan dinyatakan lolos, selanjutnya oknum PNS itu menyuruh seluruh penerima bantuan pendidikan tersebut menanda tangani amprah jumlah nominal yang diterima oleh mahassiswa, yakni sebesar Rp 3,5 juta yang uang nya baru bisa diterima 1 hari kemudian, namun pada kenyataannya jumlah jumlah yang diterima oleh setiap mahasiswa adalah sebesar Rp 2,5 juta.

'' Mereka mengumpulkan seluruh penerima bantuan pendidikan di suatu tempat untuk meneken amprah tanda terima yang jumlahnya Rp 3,5 juta. Namun pada realisasinya hanya Rp 2,5 juta per mahasiswa, anehnya lagi di amplop tertulis nominal Rp 3,5 juta, namun setelah amplopnya di buka isinya hanya Rp 2,5 juta,'' tambah Zainul. 

Bahkan, penolakkan yang dilakukan oleh Zainul yaitu dengan cara meminta kembali berkas proposal yang di ajukan ke Biro Kesra Provinsi Riau. 

''Saya sudah ambil proposal permohonan bantuan itu, biarlah saya tidak dapat uang bantuan itu, karena saya tidak iklas dipotong segitu banyak, walaupun nama saya sudah keluar sebagai calon penerima yang ditempelkan dinding kantor Kesbangpolinmas Provinsi Riau. Saya mewakili kawan-kawan hanya ingin meminta uang itu diserahkan kepada mahasiswa yang berhak, karena tidak ada alasan yang tepat untuk pungli yang dilakukan oknum PNS itu, '' pungkas Zainul. [rtc]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT