Tekait Sabu di Lapas Bengkalis, Pasangan Suami Istri Ditangkap

Sabtu, 13 Desember 2014 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Bengkalis berhasil membekuk pasangan suami istri, RI (33) dan SI (20) terduga bandar narkotika jenis sabu di hotel Sri Kembar Kota Dumai, Rabu (10/12/14) sekitar pukul 24.00 WIB. Penangkapan hasil pengembangan dari tertangkapnya seorang pembesuk SM (25) asal Dumai di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis oleh petugas Lapas karena kedapatan membawa 1 paket sabu seberat 4,33 gram.

"Jadi setelah penangkapan terhadap tersangka SM oleh petugas Lapas, bersama 2 rekannya RY (18) dan SF (20) yang kini statusnya masih sebagai saksi, kita lakukan pengembangan, ternyata SM mendapatkan barang (sabu) dari RD yang berdomisili di Dumai," kata Kapolres Bengkalis, AKBP Andry Wibowo melalui Kasatnarkoba Iptu Nofi Posu kepada sejumlah wartawan, Sabtu (13/12/14).

Berdasarkan informasi dari pemerikasaan terhadap SM, lanjut Nofi, pihaknya langsung bergerak cepat ke Dumai untuk mencari orang yang disebut SM sebagi pemilik 4,33 gram yang rencananya akan dijual kepada salah satu napi di Lapas Bengkalis.

"Sampai di Dumai, kita langsung melakukan penggeledahan di hotel Sri Kembar yang merupakan tempat penginapan RD. Dari penggeledahan tersebut, RD diamankan bersama seorang perempuan SI yang merupakan istrinya. memang dalam penggeledahan itu tidak kita temukan adanya narkotika jenis sabu, namun ditemukan alat timbangan narkoba, plastik pembungkusan yang digunakan untuk membungkus sabu, serta bong. Berdasarkan barang bukti (BB) yang ada, kita mengindikasikan RD bersama istrinya kita duga sebagai pemilik barang dari SM,"  terang Nofi.

Terkait penangkapan tersebut, mantan Kanit Tipikor Polres Bengkalis itu mengungkapkan akan terus melakukan pengembangan.

"Untuk 3 orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka RD,SI, dan SM kita jerat dengan pasal 112 dan 114 tentang narkotika dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. sementara 2 orang lagi yang merupakan rekan dari SM saat membesuk di Lapas statusnya masih sebagai saksi," pungkas Iptu Nofi Posu. [rdi-bko]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT