Buru Pengemplang Pajak, Calon Dirjen Pajak Ini Gandeng Polisi

Kamis, 04 Desember 2014 - 00:00:14 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Langkah Direktorat Jenderal Pajak untuk memberantas para pengemplang pajak terus dilakukan. Salah satu calon Direktur Jenderal Pajak, Edi Slamet Irianto, berbagi pengalaman dalam membongkar para penyeleweng pajak di Jawa Tengah. Edi saat ini merupakan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah I.
Salah satu langkah yang dijalani yaitu bekerja sama dengan Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, untuk mengejar pelaku pengemplang pajak senilai Rp1,6 miliar yang adalah Soetijono.

Menurut Edi, atas perbuatannya, Soetijono telah melanggar pasal 39 tentang Undang Undang Perpajakan. Soetijono telah terang-terangan menerbitkan faktur pajak yang bukan menjadi haknya.

"Yang bersangkutan juga memungut pajak, tetapi tidak menyetorkan ke DJP. Atas pelanggaran itu tersangka diancam hukuman denda minimal 200-400 persen dari nilai pajak, dan pidana minimal 2 tahun dan maksimal 6 tahun," tulis Edi dalam keterangnnya, Kamis 4 Desember 2014

Edi mengungkapkan, saat operasi penggeledehan atas Soetijono di kediamannya, Perumahan Griya Kedondong Asri Semarang, sempat terjadi cekcok dari pihak keluarga tersangka.

"Ini karena anak Soetijono yang mengetahui kedatangan petugas berupaya menghalangi petugas pajak dan polisi untuk membawa ayahnya," katanya

Setelah itu, lanjut Edi, petugas kemudian menjelaskan kepada keluarga tersangka untuk melakukan penggeledahan berdasarkan surat izin dari Pengadilan Negeri Semarang. Akhirnya, petugas pajak dan polisi diizinkan untuk menggeledah rumah Soetijono.

"Namun, Soetijono ketika itu tidak berada di tempat dan petugas hanya menyita beberapa dokumen sebagai barang bukti tindak penggelapan pajak," kata Edi.
Calon Dirjen

Seperti diketahui, panitia seleksi telah merampungkan penilaian tes penulisan makalah yang hasilnya ada 11 orang dari 28 calon lolos tahapan uji tersebut, salah satu yang lulus yaitu Edi Slamet Irianto.
Sementara 10 orang lainnya adalah Catur Rini Widosari (Direktur Keberatan dan Banding Ditjen Pajak), Dadang Suwarna (Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak).

Selanjutnya, Muhammad Haniv (Kepala Kantor Wilayah Banten), Poltak Maruli John Liberty Hutagaol (Direktur Peraturan Perpajakan II), Sigit Priadi Pramudito (Kepala Kanwil Wajib Pajak Besar), Ken Dwijugiasteadi (Kepala Kanwil Jawa Timur I), dan Wahju Karya Tumakaka (Direktur Transformasi Proses Bisnis).[Va]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT