Edi Palembang Tewas, Adi Jadi DPO Berikutnya

Rabu, 03 Desember 2014 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Meski Akradinata alias Dina alias Edi Palembang sudah tewas, namun polisi belum berhenti mengendus jejak komplotannya. Target berikutnya adalah adik Edi Palembang bernama Adi, yang sekarang masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang,red).

Adik Edi Palembang, disebut-sebut turut terlibat sejumlah kasus kejahatan curas. Meski tak setenar abangnya, pelaku ini dikatakan memiliki andil besar terkait sepak terjang Edi. "Adiknya ini juga diketahui berstatus DPO disejumlah wilayah, seperti Jambi dan Sumbar," papar Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Riau, AKBP Hendri Posma Lubis.

Kepada Media ini, Hendri menjelaskan, kepolisian masih mengusut peran sang adik, begitu pula catatan kriminalnya. Namun yang jelas, Adi (Adik Edi Palembang,red), diketahui beraksi persis sama dengan abangnya, yakni kejahatan dengan menggunakan senjata api. "Tunggu episode berikutnya, yang jelas dia (Adi) masuk target kita," pungkas Hendri.

Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan Harun saat dikonfirmasi Halloriau.com membenarkan hal itu. Dijelaskan, Adi (adik Edi), sempat terlacak bersama Edi Palembang disejumlah provinsi. Bahkan kala digrebek di Sarolangun, Adi berada disana dan sama-sama berhasil meloloskan diri.

"Saat di Jambi (Sarolangun), dia ada disana, namun setelah berhasil meloloskan diri, mereka berpencar, dimana Edi Palembang ke Lampung bersama BS dan FW, sementara Adi menghilang," kata Hariwiyawan menjelaskan.

Adi ini, diketahui beberapa kali beraksi di Sumatera Barat. Semuanya, dilakukan dengan bermodalkan senjata api. Meski tak segarang abangnya Edi Palembang, Adi masuk DPO paling dicari oleh Kepolisian. "Kasusnya sama dengan Edi, yakni 365. Kita masih dalami dan mengumpulkan data, berapa jumlah laporan aksi kejahatan adiknya ini," tegas Hari.

Saat ditanya dimanakah keberadaan Adi (Adik Edi Palembang), Hari enggan menjelaskan secara rinci. Dipastikan timnya terus melakukan pengejaran. "Adi ini bekerja tak sendiri, dimana ia kita ketahui juga memiliki anggota komplotan, nanti kita rincikan lagi," tutup Hari. [hlo]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT