Akibat Banjir, Petani Swadaya di Riau Merugi

Senin, 01 Desember 2014 - 00:00:16 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Banjir yang melanda hampir seluruh daerah di provinsi riau merugikan para petani swadaya terutama petani kelapa sawit dan petani karet. Kerugian itu diakibatkan oleh buah yang membusuk akibat terendam banjir,  jalan yang rusak atau tidak bisa dilalui.

Hal itu disampaikan oleh Kadisbun Riau, Drs H Zulher MS, disela-sela kegiatannya di kantor, Senin (1/12). Menurut Zulher, banjir ini telah membuat kerugian bagi petani hampir satu bulan terakhir.

“Banjir tahun ini telah melanda petani swadaya yang berada pinggiran sungai Rokan, Kampar, Kuantan dan Indragiri. Dengan terjadinya banjir ini para petani tidak bisa menjual hasil buah kebunnya karena sudah terendam dan busuk atau akses transportasi tertutup,” ujar Zulher.

Dia menerangkan bahwa jika banjir ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin ekonomi petani akan semakin memburuk. Hal ini disebabkan karena petani menggantungkan ekonomi keluarganya dari hasil perkebunan ini. 
Apalagi selain kebun kelapa sawit atau karet, lahan pertanian petani seperti tanaman padi dan sayur mayur juga direndam banjir. Sehingga menambah daftar panjang penderitaan para petani di Riau. 

Selain tidak bisa menjual buah, akses transportasi yang buruk karena hujan yang terus menerus melanda wilayah Riau juga menambah biaya transportasi petani. 

"Jika jalan usaha tani yang biasanya dapat dilalui kendaraan roda empat namun sejak banjir ini tidak bisa lagi karena jalan sangat buruk. Untuk ini, biasanya petani mengangkut dengan cara manual yaitu diangkat dengan tenaga manusia. Tentunya dengan ini akan menambah ongkos transportasi," uja Zulher.
 
Sekretaris Desa Buluh Cina kabupaten Kampar, M Rais, saat ditemui pada hari Minggu (30/1) mengungkapkan bahwa warganya sudah hampir 2 minggu terakhir tidak bisa memanen buah sawit atau pergi menderes karet. Hal itu disebabkan oleh kebun mereka berada di seberang sungai atau berada di dataran yang rendah.

“Kita sangat khawatir dengan ekonomi petani. Sudah hampir 2 minggu tidak mengambil hasil kebun kelapa sawitnya. Namun, kita juga tidak bisa berbuat banyak karena ini faktor alam. Semoga banjir ini tidak berlangsung lama,” harap Rais. [rls]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT