Sumbangan Jokowi, Warga Meranti Bangun 10 Dam Kanal

Ahad, 30 November 2014 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Instagram

Bantuan Presiden RI Joko Widodo yang diberikan kepada Abdul Manan, Ketua Majelis Dewan Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) di Sungai Tohor, Kamis (27/11) lalu, akan digunakan untuk pembuatan 10 buah dam air di beberapa kanal. Dam atau bendungan adalah penghalang yang dibangun melintang pada aliran sungai yang bertujuan menampung genangan air.

Abdul Manan yang merupakan warga kampung Sagu di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Minggu (30) mengatakan, pengerjaan pembuatan dam itu akan dilakukan secara bergotong-royong bersama masyarakat.

"Presiden membantu sebesar Rp 300 juta. Dana itu dapat untuk membuat 10 dam atau sekat air di kanal, guna mencegah kekeringan di lahan gambut. Nantinya akan dikerjakan oleh kelompok masyarakat secara bergotong-royong," ungkapnya.

Dijelaskannya, pembuatan dam di kanal tersebut direncanakan akan berjarak 500 meter, dimana nantinya akan dibuat berbahan kayu. "Bahannya dari kayu dulu, kalau dibuat dari beton dana segitu tak cukup," ujarnya.

Selain membuat dam di lokasi kanal yang mengalirkan air ke lahan gambut milik masyarakat, lanjutnya, salah satu dam juga akan dibuat di kanal yang dibuat oleh perusahaan dekat hulu sungai simpang kanan.

"Saat ini sudah masuk air laut dari hulu sungai simpang kanan ke kanal itu, karena hulu sungai simpang kanan sudah hampir bertemu dengan kanalisasi perusahaan PT LUM dan PT NSP. Kami takut nantinya air kanal tumpah ke laut dan menyebabkan kekeringan lahan gambut," jelasnya.

Perlu diketahui, jika lahan gambut tersebut kering, maka saat musim kemarau akan lebih mudah terbakar dan menjalar ke kawasan hutan lain. Dalam mengatasinya, Presiden Jokowi memberikan bantuan ide dan dana untuk membangun bendungan dan kanal agar lahan senantiasa lembab dan tidak mudah terbakar. [mer]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT