Status Kadis Perkebunan Riau dan Duta Palma di KPK?

Ahad, 30 November 2014 - 00:00:05 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Dari serangkaian rekontruksi kasus suap alih fungsi lahan yang menyebabkan Annas Maamun dan Gulat E Manurung mendekam di penjara, terungkap sebelum KPK melakukan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) diduga telah ada pertemuan yang melibatkan pihak PT Duta Palma Nusantara dan juga Kepala Dinas Perkebunan Riau.

Gulat Manurung yang menjalani rekonstruksi di Kantor Dinas Perkebunan Riau di Jalan Cut Nyak Dien terlihat masuk ke dalam ruang kerja Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulher. Diruang kerja Zulher, penyidik KPK juga menghadirkan tiga petinggi PT Duta Palma. 

Dalam ruangan tersebut, Zulher (Kadisbun Riau) sudah menunggu dan apa yang dibicarakan di dalam ruang kerja Kadisbun itu tidak diketahui karena rekonstruksi berjalan tertutup.

Dalam rekonstruksi itu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selalu menghadirkan tiga orang pria yang mengenakan kemeja warna biru, di duga merupakan petinggi dari PT Duta Palma Nusantara. Ketiganya selalu dihadirkan di depan Gulat Manurung.

Dari rekonstruksi di Disbun Riau, selanjutnya terjadilah pertemuan di Hotel Arya Duta Jalan Diponegoro. Dimana tersangka Gulat terlihat bertemu dengan petinggi tadi di restoran di hotel tersebut. Disini diperlihatkan bagaimana pembicaraan uang suap Rp 3 miliar yang akan diserahkan ke Annas Maamun. Diakhir pembicaraan mereka berjabatan tangan yang ditenggarai sebagai sebuah kesepakatan.

Setelah itu, Gulat Manurung dan ketiga petinggi dari PT Duta Palma langsung menuju ke lantai V Hotel Arya Duta. Mereka menuju sebuah kamar dan berkumpul disana. Tidak diketahui hasil pembicaraan tersebut, karena rekonstruksi berjalan tertutup.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Annas Maamun dan Gulat Manurung dicokok dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Mereka digerebek ketika dugaan transaksi suap tengah berlangsung. Annas disangka menerima suap senilai Rp 2 miliar dari Gulat berkaitan dengan proses alih fungsi hutan.

Gulat memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 140 hektare yang lahannya masuk kategori hutan tanaman industri (HTI). Suap itu diberikan sebagai jalan mempermulus perubahan status menjadi lahan areal penggunaan lain (APL).

Barang bukti yang berhasil disita KPK meliputi uang tunai 156 ribu dolar singapura dan Rp 500 juta. Selain dugaan suap alih fungsi lahan, uang tersebut juga diduga merupakan bagian dari ijon proyek-proyek lainnya di Provinsi Riau. [***]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT