Mengantongi Ponsel Beresiko Mandul

Ahad, 26 Juni 2011 - 12:12:49 WIB
Share Tweet Google +

loading...

 

METROTERKINI - Khusus para pria, sebaiknya jangan membiasakan mengantongi telepon seluler (ponsel) dalam kondisi stand by atau menyala di saku celana. Meski tak sedang digunakan untuk berkomunikasi, kondisi itu masih menyisakan risiko kemandulan pada pria hingga 30 persen.

Dalam posisi menyala, ponsel tetap memancarkan radiasi elektromagnetik. Jika diletakkan di celana atau dekat dengan organ reproduksi pria, radiasi tersebut bisa mempengaruhi produksi sperma dan tingkat kesuburan pria.

"Radiasi ponsel bisa meningkatkan kadar testosteron di dalam tubuh, maka dampaknya adalah kualitas dan jumlah sperma berkurang," tulis para peneliti dari Queen's University baru-baru ini.

Dibandingkan dengan tingkat radiasi saat melakukan atau menerima panggilan telepon, tingkat radiasi ponsel dalam kondisi menyala memang lebih kecil. Namun risikonya terhadap sistem reproduksi pria tetap tinggi, karena masih menyisakan risiko kemandulan sebesar 30 persen.

Para peneliti menyarankan para pria untuk tidak mengantongi ponsel dalam kondisi menyala. Jika tidak benar-benar dimatikan, sebaiknya ponsel disimpan di tas atau tempat lain yang tidak memungkinkan kontak langsung dengan bagian tubuh yang dekat dengan organ reproduksi.

Meski demikian, tidak semua pakar sependapat dengan hasil penelitian para ahli di Kanada tersebut. Shivani Sachdev Gour, konsultan kesuburan dari Isis Clinic di Delhi, India mengatakan bahwa radiasi ponsel bukan pemicu utama ketidaksuburan pada pria.

Shivani mengatakan beberapa kasus ketidaksuburan pria dipicu oleh pencemaran racun dari lingkungan, sedangkan sebagian besar memang tidak diketahui penyebabnya. Namun bukan berarti ponsel boleh dikambinghitamkan sebelum ada bukti yang cukup kuat.

"Harus ada penelitian lanjutan dengan skala lebih besar untuk memastikan dampak tersebut. Bagaimanapun ponsel sudah menjadi bagian hidup manusia masa kini sehingga dampaknya sangat besar jika tidak boleh digunakan," ujar Shivani.***/mt


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT