Tahanan Polsek Panipahan Tewas Gantung Diri

Ahad, 23 November 2014 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Johan (40), warga Jalan Bahagia, Bagansiapiapi Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, tewas di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas. Mayat korban sempat disemayamkan di rumah duka dan kejadian ini menjadi perbincangan hangat masyarakat, karena diduga tewas tidak wajar. 

Sabtu (22/11/14) sekira pukul 20.00 WIB di rumah duka, sejumlah pelayat masih berdatangan, sedangkan halaman dan jalan rumahnya ada genangan air yang cukup tinggi. Diperparah dengan ada lobang besar di tengah jalan yang tertutup air. 

Terkait tewasnya Johan, Kapolsek Pasir Limau Kapas AKP Wahariyana, dihubungi melalui ponselnya pukul 20.35 WIB, menyarankan agar ditanyakan langsung kepada Kapolres. 

Lalu, Kasubag Humas Polres Rohil AKP Ali Suhud ditelpon, namun belum mengangkat telpon, sehingga belum ada pernyataan aparat kepolisian secara resmi terkait kejadian ini. 

Sementara itu, rekan korban Anis, dihubungi melalui selulernya belum mau juga bicara banyak tentang kejadian sebenarnya yang menimpa Johan. Selentingan informasi yang didapatnya, Johan gantung diri di tahanan Polsek Pasir Limau Kapas (Panipahan, red). 

Yang bersangkutan berada di tahanan Polsek katanya karena terkait sebuah kasus (masih samar, red) dan Anis tidak mau memeberikan keterangan lebih rinci. Ia mempersilakan langsung kepada pihak keluarga. 

Dalam pada itu, informasi yang berhasil dirangkum, sebelum korban tewas, sempat dibawa berobat dan diobati oleh dokter jaga dr Damasko. 

Keesokannya, dokter jaga dan pihak medis dari Puskesmas Panipahan diminta datang ke sel Polsek Pasir Limau Kapas, ternyata setelah diperiksa, sudah tidak bernyawa lagi. 

Informasi yang berhasil wartawan rangkum, pada siangnya korban diberangkatkan menggunakan speedboat dari Panipahan ke Bagansiapiapi, sesuai keinginan keluarga. 

Sekira pukul 15.00 WIB, mayat tiba di pelabuhan Bagansiapiapi, langsung digotong pihak keluarga naik ke Pelabuhan, disaksikan keluarga dan masyarakat lainnya, yang memang sudah lama menunggu kedatangan mayat. 

Salah seorang keluarga korban, Buyung (50) yang tinggal di Panipahan,setibanya dengan rombongan jenazah saat diwawancarai wartawan di pelabuhan Bagansiapiapi sore menerangkan, korban bermaksud mengurus Rumah Layak Huni (RLH) di Panipahan. 

Dalam pengurusan RLH tersebut, korban meminta bantuan kepada warga uang sebesar Rp250.000 sebagai biaya pengurusan, biaya itu tidak ada unsur paksaan dan sudah dikembalikan korban. 

Uang yang diminta korban, dinilai masyarakat, Johan melakukan penipuan, sehingga korban yang sudah ada rencana kembali ke Bagansiapiapi (sudah sampai di Pelabuhan Panipahan, red) dijemput beberapa warga memakai sepeda motor, bahkan korban sempat kena pukul. 

Setelah dipukul, korban lalu dibawa ke Mapolsek Pasir Limau Kapas (Panipahan, red), dan setelah sampai, pihak polsek meminta agar korban dibawa berobat terlebih dahulu dan setelah itu baru dibawa ke mapolsek. 

Sedangkan terkait kondisi korban menurut Buyung memang kurang sehat, tetapi sewaktu di mapolsek, korban tampak sehat-sehat saja. 

Alangkah terkejutnya keluarga, pagi hari mendapat kabar, kalau korban telah meninggal dunia di dalam sel polsek tersebut. 

Pihak keluarga tambahnya mendapat penjelasan, kalau korban meninggal dunia diduga karena gantung diri, karena ditemukan kain dileher korban. 

Dalam pada itu, sesampainya di Kota Bagansiapiapi, mayat korban lalu langsung dibawa ke RSUD RM Pratomo untuk visum kembali. 

"Kan sudah visum di puskesmas sana (Puskesmas Panipahan, red), kita disini guna memastikan apa ada luka-luka, yang jelas ada goresan di leher (bekas terikat) dan lebam, memang kalau mayat (bunuh diri) ya kondisinya seperti itu," kata Yuliarti, dokter jaga RSUD RM Pratomo Bagansiapiapi kepada sejumlah awak media. 

Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka di Jalan Bahagia, Kelurahan Bagan Timur. Kedatangan mayat disambut histeris keluarga, warga sekitar pun turut berdatangan melihat, sampai larut malam. 

Kemudian dari pada itu, menurut pengakuan warga, Johan merupakan anak baik, bahkan di Bagansiapiapi, dia pernah menjadi garin masjid (penjaga masjid).[tris]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT