Dugaan Suap APBD 2015, Pegawai Pemprov Riau Diperiksa KPK

Jumat, 21 November 2014 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Meskipun sampai saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum secara resmi mengumumkan adanya penangan kasus dugaan suap Gubri nonaktif Annas Maamun terhadap sejumlah anggota dan mantan anggota DPRD Riau untuk mengesahkan APBD 2015, namun berdasarkan informasi dari sejumlah sumber yang dirangkum, kasus tersebut sudah ditangani lembagan antirasuah tersebut.

Untuk mengumpulkan bukti dan informasi terkait dugaan suap bernilai miliaran rupiah tersebut, KPK kabarnya sudah memeriksa sejumlah saksi. Mulai dari Gubri nonaktif Annas Maamun sampai sejumlah pejabat penting Pemprov Riau, termasuk pegawai rendahan yang dinilai mengetahui adanya suap tersebut. 

Seorang pegawai Pemprov Riau yang mengetahui adanya penyerahan uang kepada seorang mantan anggota DPRD Riau pada Selasa (2/9/14) atau dua hari sebelum pengesahan APBD 2015, mengaku sudah diperiksa KPK di Jakarta. 

“Sudah. Saya sudah diperika di Jakarta. Semoga saja tidak diperiksa lagi,” ujar pegawai yang namanya sengaja dirahasiakan kepada riauterkinicom beberapa waktu lalu. 

Menurut pegawai tersebut, atasanya juga sudah diperiksa KPK di Jakarta, bahkan lebih dari satu kali. Meskipun saat atasannya, yang bertugas mengantar uang tiga tas ke basement gedung DPRD Riau tersebut membantah saat ditanya wartawan. 

Sebelumnya, riauterkinicom sudah mewancarai sejumlah pejabat dan mengakui terpaksa ikut iuran untuk menyuap DPRD untuk pengesahan APB 2015 karena dipaska Gubri nonaktif Annas Maamun. 

Riauterkini juga telah mewancarai dua kurir yang bertugas mengantar tiga tas uang suap atas perintah Gubri Nonaktif Annas Maamun ke gedung DPRD Riau. Keduanya mengaku sempat menolak perintah tersebut, namun justru dimaki-maki Annas dan akhirnya bersedia mengantar uang haram tersebut untuk diserahkan kepada seorang anggota DPRD Riau priode lalu yang kini tak lagi menjadi wakil rakyat.

Meski demikian, sebenarnya juru bicara KPK Johan Budi dalam wawancara dengan riauterkinicom di Jakarta ,Kamis (23/10/14) lalu mengakui kalau lembaganya sudah memproses laporan dugaan suap pengesahaan APBD Riau 2015.

"Informasi itu memang sudah masuk ke KPK, makanya akan kita dalami apakah hal tersebut benar atau tidak," kata Johan.

Ditambahkan Johan Budi, saat ini penyidik KPK memang sedang berada di Pekanbaru, Riau guna menindaklanjuti kasus yang melibatkan Gubri nonaktif Annas Maamun yang saat ini tersangka suap alih fungsi hutan di Kuansing, Riau. 

"Saat ini kah penyidik KPK masih di Pekanbaru, tentu mereka akan mendalami dan menyelidiki apakah dugaan suap kepada DPRD Riau terkait pengesahan APBD terbukti atau tidak," ujarnya.[rtc]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT