Sejak Indah Kiat Tebang Hutan Alam, Pelalawan Berlanganan Banjir

Jumat, 21 November 2014 - 00:00:03 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Air kiriman dari PLTA Koto Panjang, Kampar, membuat Sungai Kampar kembali melaksanakan tugas rutinya untuk mengenagi Pelalawan. Akibatnya, permukiman di pinggiran sungai tersebut kebanjiran. Selain itu banjir juga mengenagi beberapa tempat, Jumat dinihari, (21//11/14), ketinggian air mencapai 2 meter.

Perkampungan awal yang digenangi biasanya, Rantau Baru Bawah, Sering, Pelalawan, Jembatan Kerinci, Sejumlah tempat di Ukui, dan Perumahan Graha mandiri SP6.

Menurut warga, Ridwan (59th), ketinggian air akibat limpasan itu mencapai 50-200 sentimeter. Paling tinggi Jembatan Kertinci dan Rantau baru Bawah karena wilayah itu paling rendah di antara dataran lainnya. Karna tiap tahun kejadian warga sudah antisipasi, sehingga barang-barang sudah diamankan terelbih dulu jelang musim hujan datang.

"Bahkan kami sudah banyak yang pindah kerumah keluarga, biasa ini tiap tahun kami alami," Jelasnya.

Menurut Ridwan banjir ini sudah menjadi langganan karena, sejak beberapa perusahaan termasuk Indah Kiat melakukan perambahan kayu besar - besaran mulai dari pohon besar dan kecil, di Pelalawan, daerah ini langanan banjir.

"Biasanya air kiriman dan hujan di Pelalawan, diserap oleh hutan, saat ini hutannya habis," Jelas Ridwan.

Selain itu banjir ini juga disebabkan perambahan liar oleh perusahaan sawit yang terus menjamur,dan ulah segelintir masyarakat yang memanfaatkan kayu ini untuk bangunan.

Ketika dikonfirmasi kepada Humas Indah Kiat, Armadi melalui Hp nya dimenyebutkan kalau konfirmasi hutan sebainya diarahkan kepada Humas lainya Muharizal Yatim, untuk menjawab (basya)

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT