Keinginan Warga Pelalawan Rebut Blok Kampar Berdasar

Jumat, 21 November 2014 - 00:00:02 WIB
Share Tweet Instagram

Kerasnya keinginan warga Pelalawan untuk megusai pengelolaaan blok Kampar memang beralasan, bagai mana tidak selama ini PT. Medco mengusai ladang minyak yang terletak di Pangkalan Kuras itu mewariskan limbahnya saja.

Tokoh pemuda Langgam Nurzepri berharap pada Anggota DPR - Ri mendengarkan keinginan warga Pelalawan yang sudah lama mendambakan Blok Kampar ini, dia berucap pada wartawan akan mengorbankan seluruh jiwa raganya untuk mendapatkan hak daerah yang dicintainya ini.

Selain itu dia telah bertekat untuk terus berjuang walau nyawa taruhanya, "Biar berputih tulang dari pada berputih mata," Tukasnya, Kamis, (21/11/14).  

Kalau disamakan keinginan Nurzepri, warga asli Pelalawan ini dengan Ahli biologi institut Alfred Wegener (AWI), Antje Boetius, pendapat ini punya dasar sangat kuat, ahli mencoba mengingatkan deriat dan sejarah yang terjadi sekian tahun lalu, dimana setelah insiden tumpahan minyak di Teluk Meksiko, yang hingga mini tidak terlihat lagi genangan minyak, namun masih ada terdapat sisa minyak di air dan sebagai permadani minyak di laut dalam, namun sebagian besar sudah hilang ditelan bumi.

Walau genangan minyak tidak lagi terlihat, tidak berarti telah hilang sama sekali. Hampir setengah dari minyak mentah tidak kembali ke permukaan air. "Persediaan minyak tersebut punya tekanan yang sangat tinggi", jelasnya.

Namun begitulah yang sedang akan terjadi di Pelalawan, sisa tumpahan minyak ini akan berdampak panjang terhadap ekosistim dan kehidupan warga sekitar.

"Sisa minyak ini saya yakini akan berdampak panjang terhadap kehidupan masyarakat Pelalawan," Ingat Nurzepri.

Dengan dujelaskannya hal ini tentu mengingatkan kita kepada PT, Medco yang mengolah ladang minyak di Pelalawan, sudah puluhan tahun, dipastikan dampaknya akan berakibat fatal kepada masyarakat tempatan, sudah barang tentu warga Pelalawan ingin menguasai lahan minyak ini utuk kesejahtraan warga.(basya)


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT