Ekonomi Sulit, Warga Bagansiapiapi Nekat Curi Beras Wartawan

Kamis, 20 November 2014 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Semakin terjepit, itu kesimpulan yang bisa ditarik dari penderitaan rakyat Bagansiapiapi. Pasalnya, warga semakin nekad melancarkan aksi mencuri pada berbagai kesempatan bahkan di jalan umum, termasuk beras  wartawanpun diembat.

Aksi nekad pencuri di Bagansiapiapi ini dialami Noprio Sandi, Wartawan Situs Berita www.riauterkini.com, Kamis (20/11/14) sekira pukul 19.13 WIB, beras 10 kg berada diatas sepeda motornya diembat maling.

Pada awalnya, setelah membeli beras, yang bersangkutan singgah di Kedai Kopi Harmoni, persimpangan Jalan Bintang (depan taman kota, red) untuk membeli makanan, dan duduk dekat kursi, tidak jauh dari sepeda motornya.

Alangkah terkejutnya, ketika mau pulang (makanan dan minuman dibungkus, red), beras yang ada di sepeda motor, sudah lesap, sementara satu gantungan kantong plastik, tidak diambil sama sekali.

Melihat aksi nekad warga Bagansiapiapi ini, yang bersangkutan merelakan saja, karena kalau sudah nekad mencuri beras, dinilainya, masyarakat semakin terjepit, bisa-bisa karena kelaparan dan tidak memiliki beras untuk dimasak. “Saya mengikhlaskannya, cuma untuk warga lain, berhati-hatilah,” katanya.

Akibat kejadian tersebut,  dia kembali membeli beras, namun dia tidak mau  kecolongan, beras tersebut dijaga ketat agar tidak kena curi lagi.

Ditempat berbeda, penjual bensin eceran persimpangan Jalan Utama, Atik menuturkan, sehari sebelumnya, gerobok penyimpanan minyak bensinnyapun dibongkar, 10 liter bensin dicuri, gembok dibuang, dan kondisi ini sudah sering dialaminya. “Barangkali dia sudah kehabisan bensin itu, makanya dia nekad mencuri,” prediksinya.

Ditambahkan Atik, dia juga pernah menyaksikan, warga yang mau berbelanja pada sebuah toko tidak jauh dari tempatnya berada, barang belanjaanyapun dicuri, padahal dia hanya masuk sebentar untuk membeli barang yang lain.

Tidak hanya ditempat dia berjualan, ternyata dikawasan pemukimannya di Pelabuhan Baru juga rawan pencurian, pemilik warung makan, bernama Anja katanya, ketika dia makan, kompor gasnya dilarikan maling. “Dan malam harinya, saya dapat cerita, rumah dia juga dibongkar maling,” tambahnya.

Sementara itu, pengecer minyak bensin lain diareal yang sama memasang rantai cukup besar pada setiap jerigen bensin isi 5 liter yang dimilikinya. Rantai ini untuk menghindari dari maling yang semakin nekad, karena minyak bensin yang sedang dipajang tersebut, pernah dicuri maling, padahal ada yang menjaganya.[tris]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT