Gajah TNTN Akan Jadi Ikon Objek Wisata Pelalawan

Sabtu, 04 Juni 2011 - 17:43:13 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Rencana TNTN Jadi Pusat Konservasi Gajah "Lihat Atraksi Gajah Tak Perlu Jauh - jauh Ke Thailand" Pelalawan-Umel Bupati Pelalawan H.M.Harris mendukung penuh terkait rencana Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) jadi Pusat Konservasi Gajah yang juga akan menawarkan paket wisata.

 " Kalau bisa menyaksikan pertunjukan atraksi Gajah di Pelalawan,mengapa harus ke Thailand. Apalagi selama ini berbagai atraksi yang menjadikan gajah sebagai objeknya,menjadikan Thailand sebagai salah satu tujuan wisata di Asia Tenggara ".Demikian diungkapkan Bupati Pelalawan HM Harris saat berkunjung Taman Nasional Tesso Nilo ( TNTN ) Selasa (24/5),kemarin.

Menurut Harris,TNTN merupakan salah satu objek wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Pelalawan.Dengan dijadikannya TNTN sebagai Pusat Konservasi Gajah tentunya menjadi promosi wisata ke Tingakat Nasional dan Internasional.

"Kita akan mencoba menampilkan daya tarik serupa dengan Negara Gajah Putih tersebut. Jika ini berhasil kita lakukan,tentu juga akan semakin mendukung kawasan Taman Nasional Tesso Nilo sebagai salah satu objek wisata yang diunggulkan diwilayah kita," ucapnya. Dikatakan Harris bahwa berdasarkan pengalamannya menyaksikan atraksi Gajah di Thailand, diakui bahwa Negara tersebut sangat piawai dalam melatih gajah-gajah mereka. Bahkan dikatakan Harris bahwa di Thailand para turis tak hanya menjadikan Gajah sebagai tunggangan.

 "Gajah memang binatang yang sangat menarik bagi turis asing, terutama Eropa. Sebab selain gajah hanya terdapat di Benua Afrika dengan gajah afrikanya, binatang raksasa ini juga terdapat di India, dan Negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Thailand. Namun jika Gajah bisa melakukan atraksi yang selama ini dianggap tak masuk akal, tentu ini akan menjadi salah satu tontonan yang sangat menarik," katanya.

Bahkan di Thailand, sambung Harris Gajah dikatakannya tak hanya bisa bermain bola, namun juga bisa melukis dan bermain sirkus. Justru yang paling berkesan dikatakan Harris bahwa Gajah di Thailand bisa membedakan uang dan pisang.

"Sehingga jika turuis menawarkan uang dan pisang, si Gajah pun langsung mengambil uang dan bukan pisang yang menjadi kesukaannya," ungkap Harris.

Sementra itu,Syamsuardi salah satu pelatih Gajah dari WWF menanggapi soal melatih gajah mengaku hal tersebut bukan mustahil dilakukan walaupun untuk melatihnya sangat dituntut kesabaran dari pelatih Gajah. Bahkansalah satu Gajah di TNTN yang telah jinak, dikatakannya mulai bisa memainkan harmonica.

Syamsuardi mengungkapkan, bahwa walaupun masih belum ditetapkan sebagai objek wisata yang dikelola secara baik dan mampu menarik banyak wisatawan, namun dikatakannya bahwa wilayah ini juga sering dikunjungi wisatawan, diantaranya adalah turis asing.

Sehingga dengan dukungan dari pihak Pemerintah secara maksimal, Syamsuardi optimis bahwa kawasan TNTN sebagai pusat pelatihan Gajah akan dikenal secara luas. Apalagi beberapa waktu yang lalu konsultan dari Taman Safari juga menyempatkan diri mengunjungi wilayah tersebut. Ikut dalam rombongan Bupati,puluhan santri pesantren Mambaul Ma'arif beserta sejumlah pejabat yang turut mendampingi Harris diantaranya Kadispariwisata Pemuda dan Olahraga Bachtiar Ismail, Kadishut Hambali, Staf Ahli Wan Zakir, Sekretaris Disdik MD Rizal dan Sekretaris Binamarga Hasan Tua menyempatkan diri menunggangi tiga ekor Gajah yang telah dilatih di TNTN.***/mtc

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT