Pasca BBM Naik, Warga Pekanbaru Mulai Cairkan Bantuan PSKS

Rabu, 19 November 2014 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com  - Warga Kota Pekanbaru, Riau, mulai berdatangan ke kantor PT Pos untuk mencairkan bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), Rabu. PT Pos Cabang Pekanbaru membuka loket pencairan bantuan sosial tersebut di bagian samping gedung menggunakan tenda besar. Loket dibuka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB setiap hari kerja.

Layanan pencairan PSKS sebenarnya sudah berlangsung selama dua hari terakhir, namun tidak terlihat antrean warga. Bahkan deretan bangku yang disediakan PT Pos banyak kosong. Berdasarkan informasi dari PT Pos, pencairan hari pertama pada Rabu lalu (18/11) tercatat hanya 100 orang yang mengambil bantuan.

"Belum banyak warga yang tahu dananya sudah bisa dicairkan. Saya saja baru pagi ini diberi tahu pegawai kecamatan, maka langsung ke kantor pos," kata seorang warga, Upi (50).

Upi mengaku mendapatkan Rp400 ribu bantuan PSKS untuk bulan November dan Desember. Ia mengatakan uang itu akan sangat membantu usaha warung kue miliknya di Pasar Pusat. "Lumayan untuk tambahan modal karena harga bahan kue sudah naik semua," kata Upi yang mengaku janda dan memiliki tiga anak itu.

Asisten Pelayanan PT Pos Cabang Pekanbaru, Syuki Yuliza, mengatakan pencairan PSKS baru bisa dilakukan pada kantor tersebut. Menurut dia, pengumuman kenaikan harga BBM yang mendadak membuat pihaknya belum sempat melakukan persiapan.

"Karena itu, pencairan bantuan baru bisa dilakukan di Kantor Pos Cabang Pekanbaru. Sedangkan untuk 11 kabupaten dan kota lainnya masih dalam persiapan," ujarnya.

Menurut dia, pencairan bantuan pada Kamis ini diperuntukan untuk warga penerima di Kecamatan Pekanbaru Kota yang terdiri dari enam kelurahan.

Ia menilai mekanisme penukaran PSKS lebih panjang dalam hal administrasi ketimbang program Bantuan Langsung Tunai pada presiden sebelumnya. Namun, sistem PSKS dinilai lebih aman untuk menghindari "kebocoran" dana.

"Prosesnya memang lebih lama karena untuk mengurus 100 orang saja butuh waktu sampai dua jam. Tapi sistem PSKS lebih bagus mencegah kebocoran karena pada bantuan yang lama, warga penerima yang jahil bisa dengan mengelabui petugas untuk mengambil dana dua kali," katanya. [Ant]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT