E-Cigarette Jadi Favorit, Ancaman Remaja Masa Depan

Jumat, 14 November 2014 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Tren merokok lewat rokok elektrik atau e-cigarette nampaknya tengah menjamur di seluruh belahan dunia, tidak hanya di Indonesia saja. Bahkan, remaja masa depan diprediksi akan menjadikan e-cigarette sebagai alat favorit mereka.

Menanjaknya popularitas e-cigarette di kalangan remaja mulai terlihat berdasarkan penelitian tahunan yang dilakukan oleh CDC di Amerika. Dari survei yang diberikan pada sekitar 20.000 siswa SMA sejak tahun 2013 lalu menunjukkan peningkatan pemakaian e-cigarette hingga angka 4,5 persen.

Padahal, penelitian di tahun sebelumnya hanya terdapat 2,8 persen siswa SMA yang diketahui menggunakan e-cigarette. Sementara itu, jumlah siswa yang mengaku mencoba e untuk pertama kalinya juga meningkat 2 persen menjadi 12 persen. Ironisnya, sekitar 46 persen siswa mengaku bila sepanjang hidupnya mereka sudah pernah menggunakan tembakau meski dalam berbagai macam bentuk, tidak hanya rokok atau rokok elektrik saja.

Untungnya, dari data CDC tidak ditemukan peningkatan pemakaian e-cigarette di kalangan siswa SMP. Tetapi jumlah siswa yang pernah menghisap e-cigarette untuk pertama kali naik di angka 3 persen. Oleh sebab itu, para ahli memprediksi bila populeritas e-cigarette akan terus meningkat di masa depan.

Meski dari kedua kelompok umur itu terjadi penurunan pemakaian rokok 'tradisional', tetapi tren penggunaan rokok elektrik sebagai ganti rokok juga bukanlah hal yang baik, terutama pada remaja. Sebab, e-cigarette mempunyai potensi besar untuk disalahgunakan dan berpengaruh pada meningkatnya kadar nikotin tubuh.

Saat jumlah nikotin dalam tubuh meningkat dan terakumulasi dalam waktu lama, maka gangguan pembuluh darah dan perubahan darah seperti pengentalan akan terjadi. Hal ini tentunya dapat mengancam kesehatan anak muda yang masih mempunyai masa depan panjang. Apalagi zat-zat beracun lain yang terdapat pada e-cigarette juga berpotensi menyebabkan penyakit-penyakit mematikan seperti kanker.[bbo]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT