Peserta Asean PFP Berkunjung ke Giam Siak Kecil, Bengkalis

Jumat, 14 November 2014 - 00:00:17 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Dalam rangka melakukan pertemuan workshop terminal evaluation, peserta Asean Peatland Forest Project (Asean PFP) melakukan kunjungan atau feild trip ke Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit 

Batu (GSK) Kabupaten Bengkalis, Kamis (13/11/14) kemarin.

Sebelum melihat lokasi penanganan Giam Siak Kecil, peserta APFP yang terdiri dari perwakilan dari Malaysia, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Vietnam, Singapura dan Thailand serta dari Kementerian Lingkungan Hidup 

dan Kehutanan, mendengarkan pemaparan sekaligus persentase dari Manajemen PT Sinar Mas di Camp Penelitian Humus terhadap pengelolaan Giam Siak Kecil Bukit Batu.

Seperti dipaparkan Public Relation PT Sinar Forestry, Nurul Huda, saat ini di Cagar Biosfer ini terdapat tiga kawasan diantaranya kawasan inti, penyangga dan transisi. Dalam pengawasan atau pengelolaannya berkolaborasi 

dengan Balai Besar Konserfasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).

"Untuk kawasan inti 178.255 hktar, kawasan penyangga 225.000 hekar, kawasan transisi 304.123 hektar. Dari 178.255 hektar kawasan inti, 72.255 hektar merupakan kawasan PT Sinar Mas yang dijadikan kawasan Cagar 

Biosfer dan sisanya dijadikan kawasan suaka mara satwa yang di kelola BBKSDA,” papar Nurul.

Aep Purnama, dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan bahwa kunjungan dari APFP salah satunya ingin menunjukan pengelolaan gambut yang ada di Cagar Biosfer ini dan juga peanganan 

kebakaran yang ada selama ini. Selain itu juga dalam pengelolaan Cagar Biosfer ini, pemerintah juga harus besinergi dengan pihak swasta dalam menjaga kelestariannya.

“Jangan melihat negatifnya saja, tetapi harus melihat juga posisi positifnya pengelolaan Cagar Biosfer ini oleh pihak Sinar Mas. Terutama dalam perlindungan kualitas air yang ada di Cagar Biosfer ini,” ujarnya.

Balu, salah seorang peserta dari Malaysia yang merupakan wakil dari National Project Afaf melihat pengelolan gambut yang ada merupakan sebagai lahan yang ekonomis dimana Malaysia juga ada kawasan yang memilki 

lahan gambut. Untuk itu harus menjaga kelestariannya terutama dari dampak kebakaran.

“Dalam pengelolaan gambut tidak boleh membakar sama juga di Malaysia. Perbedaannya, di lokasi gambut penduduk tidak ramai seperti yang ada di lokasi ini,” katanya. [rt]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT