Aparat Harus Waspadai Penyalagunaan Rokok Elektrik

Selasa, 11 November 2014 - 00:00:23 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Seminggu terakhir di Kota Bengkalis mulai beredar rokok elektrik bermerek EVOD buatan China. Disebut rokok elektrik karena tak memerlukan rokok benaran atau tembakau seperti layaknya perokok pakai pipa rokok atau cangklong.

Dari pengamatan metroterkini.com, rokok elektrik itu bentuknya bulat sebesar jari telunjuk orang dewasa dengan panjangnya sekitar 25 cm dengan ujung isap kecil layaknya pipa rokok pada umumnya. Hebatnya, rokok elektrik ini bisa dibuka seperti pena hero dan isinya dibagian atas berupa cairan.

Sementara, dibagian bawah tempat mesin pembakar dengan baterai kecil yang bisa dicas berulang-ulang. Salah seorang perokok berat di Bengkalis mengaku beralih dari konvensional (kretek) ke rokok elektrik, karena rokok elektrik lebih simpel dan tak membuat sampah sebagaimana rokok biasa.

Selain itu, cairan yang mau diisi warga juga beragam, ada silver, merah, dan hijau, itu bisa diisi ulang. Harga rokok elektrik itu dipasaran gelap Rp200 ribu. Disebut pasar gelap karena belum dijual di toko maupun kedai rokok. Namun, kehadiran rokok elektrik ini membuat sebagian warga Bengkalis galau, Sebab, rokok elektrik ini bisa saja disalah gunakan untuk mengisap sabu.

"Bisa berfungsi sebagai bong, bang. Sebab isinya bukan tembakau atau rokok, tetapi cairan. Ini bisa disalah gunakan," kata warga yang henggan disebutkan namanya.

Ia meminta aparat keamanan agar segera mencegah beredarnya rokok elektrik yang bisa beralih fungsi menjadi bong sabu. "Ini bisa dijadikan bong. Soalnya bisa isi ulang dan pembakaran secara elektrik," kata sumber itu. (rdi)

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT