Polres Bengkalis Tempatkan Personil di APMS dan SPBU

Kamis, 06 November 2014 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Rencana pemerintah Jokowi-JK menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bakal dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk berspikulasi dengan menimbun BBM khususnya di wilayah hukum Polres Bengkalis, Kamis (6/11/14).

Namun sebelum hal itu terjadi Kapolres Bengkalis AKBP Andry Warsono telah menerjunkan personelnya di APMS dan SPBU yang ada di Kabupaten Bengkalis.

Pihak kepolisian berjanji aka pengawasi ketat pendistribusian BBM dari APMS dan SPBU ke masyarakat.

Andry mengimbau, seluruh konsumen pengguna BBM maupun Disprindag Bengkalis juga melakukan pengawasan pendistribusian dari APMS dan SPBU ke pedagang eceran.

"Kita akan menempatkan personil kepolisian di APMS dan SPBU untuk mengawasi pendistribusian BBM apakah tepat sasaran atau dijual ke spekulan kemudian ditimbun. Saya berharap Disperindag lebih aktif dalam mengawasi pendistribusian BBM mulai dari pengambilan delivery order (DO) di Pekanbaru sampai ke Bengkalis kemudian ke konsumen dan pedagang eceran. Jangan sampai ada penimbunan BBM karena itu merupakan tindak pidana sebab merugikan orang banyak," tegas Kapolres mengingatkan.

Kapolres juga mengatakan bahwa jelang kenaikan harga BBM masyarakat diminta tenang tidak terpancing dengan aksi borong atau hasutan karena akan mengganggu stabilitas keamanan. 

Disisi lain polisi tidak bisa bisa intervensi terlalu jauh dalam hal penyaluran BBM karena itu merupakan wewenang pemerintah sepenuhnya, kecuali melakukan pengawasan dan mengambil tindakan hukum sesuai kesalahan yang dilakukan.

"Harapan kita dari kepolisian situasi sekarang jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu memperkaya diri sendiri. Kita akan ambil tindakan hukum bila ada penyelewengan BBM yang terjadi, karena penempatan personil di APMS dan SPBU akan dilakukan diseluruh kabupaten Bengkalis," tambah Andry.

Ditempat terpisah, menejer humas PT BLJ, 
Haspina Tehe mengatakan, sampai saat ini divisi APMS PT BLJ hanya memperoleh kouta BBM dari PT Pertamina sebanyak 300 kiloliter perbulan.

Menurut Haspian, jumlah 300 kiloliter perbulan untuk Pulau Bengkalis masih kurang. Untuk itu, pihaknya sudah mengajukan penambahan kuota ke Pertamina, namun sejauh ini belum dikabulkan.

"Divisi AMPS kita (PT BLJ) hanya dapat kuota 300 kiloliter per bulan. Memang tidak cukup. Kita sudah mengajukan penambahan kuota, tapi belum disetujui Pertamina," kata Haspian yang dijumpai di kantornya, Kamis siang. [rdi]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT