DPR Dinilai Runtuhkan Kehormatan Mereka Sendiri

Kamis, 06 November 2014 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah lembaga yang keberadaanya sangat terhormat, fatwanya dinanti, rancangan undang-undangnya ditunggu, kontrolnya terhadap pemerintah merupakan sebuah keharusan demi membela kepentingan dan berjuang atas nama rakyat. Sebagai lembaga tinggi negara, wibawa dan kehormatan DPR harus terjaga dengan baik dimata rakyat.

Namun kehormatan itu untuk sekian kalinya runtuh oleh prilaku tidak terpuji yang diperlihatkan oleh para penghuni gedung parlemen tersebut. Seolah tidak ada beban, anggota DPR yang terdiri dari wakil-wakil partai politik tersebut mencoreng wibawa mereka sendiri di depan ratusan juta mata rakyat Indonesia yang mereka wakili. Ungkapan sederhana wajar muncul dari celotehan mulut rakyat, mau dibawa kemana bangsa ini jika prilaku DPR seperti ini.

Dalam sejarah berdirinya republik baru kali ini kita mendengar adanya pimpinan DPR tandingan, yang terbentuk atas dasar kekecewaan politik dari sebuah kompromi yang tidak tuntas. Benar adanya jika ada yang mengatakan politikus kita tidak siap mendahulukan kepentingan bangsa dan negara dari pada kepentingan kelompok dan pribadi. Kondisi ini jelas sangat memprihatinkan bagi perkembangan demokrasi kita. Lembaga yang seharusnya menjunjung tinggi nilai demokrasi terbukti moncoreng demokrasi itu sendiri.

Hal ini terjadi sebagai bentuk dari terbelahnya kekuatan politik dalam pilpres masa lalu yang telah mengotakkan mereka dalam dua kubu, yaitu Koalisi Merah Putih (KMP) dan Kolalisi Indonesia Hebat (KIH). Pertarungan ternyata tidak berhenti pasca lahirnya pemerintahan baru, namun diteruskan ke senayan dengan motivasi sendiri-sendiri untuk memuluskan kepentingan politik semata. Tidak ada lagi musayawarah mufakat yang seharusnya di kedepankan dalam mengambil keputusan saat legislator ini bersidang.

Sebelumnya kita juga melihat oknum anggota DPR dari salah satu fraksi mengamuk dan melakukan tindakan anarkis di lemabaga Dewan Perwakilan Rakyat tersebut. Tentunya semua memiliki argumentasi sendiri kenapa mereka melakukan itu, yang menjadi masalah bagi kita adalah budaya ini sangat tidak relevan untuk diperlihatkan dalam konteks Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya. Berilah contoh yang baik, jangan sampai sidang anggota parlemen ini jauh lebih tertinggal dari lembaga OSIS yang ada disekolah setingkat SMP atau SMA, terbukti mereka lebih demokratis dalam bermusyawarah untuk mencari mufakat.

Sebagai rakyat kami sangat rindu akan hadirnya wajah perpolitikan yang elegant dan bermartabat dengan mendepankan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan kelompok atau golongan. Apa yang dapat ditiru dari prilaku seperti itu, jika ini dibiarkan bersiap-siaplah bangsa ini masuk dalam jurang kehancuran. Negara ini berdiri atas perjuangan yang mengalirkan darah dan air mata, untuk itu berhentilah memperlakukan dalam mengurus bangsa ini dengan seenaknya sendiri. Terimakasih

Donk Ghanie-Komplek Pamulang Permai I, Tangerang Selatan.
HP : 082125388***Email: ghaniedonk@gmail.com

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT