Korban Penipuan MM Terus Berdatangan, Pelaku Membantah Menipu

Jumat, 15 April 2011 - 19:04:57 WIB
Share Tweet Google +

PELALAWAN [Metroterkini.com] - Warga yang menjadi korban penipuan Mirani Mauliza (MM) dalam bisnis investasi pupuk Tiansi terus bertambah menyusul pemberitaan media massa. Jumat kemarin, korban yang melaporkan ke Polres Pelalawan masih berdatangan. Salasatunya adalah seorang ibu rumah tangga asal Jakarta, Ineke (42). Tidak tanggung-tanggung, warga jalan SMA 14 Jakarta Timur itu mengaku rugi Rp1 milyar. Kepada wartawan usai menghadap penyidik Polres, Ineke mengatakan, uang tersebut diserahkannya kepada MM pada pertengahan 2010. "Janjinya Mira kita dapat fee sepuluh juta per bulan. Nyatanya dia mungkir tu, dihubungi nggak bisa. Berarti saya ditipu dong," ujar Ineke. Kedatangannya ke Pangkalankerinci untuk melaporkan penipuan yang menimpanya setelah MM tertangkap yang dia ketahui dari pemberitaan televisi nasional. Namunkarena lokasi kejadian transaksi berada di wilayah Jakarta, penyidik menyarankan Ineke agar melapor ke Polres setempat. Ineke juga mewakili Dua Puluh Enam teman lainya, dari Jakarta, kesluruhan kerugian yang di derita Ineke dan teman -teman lebih Lima Milyar Rupiam. "Saya dal Dua Puluh Enam Teman lainya dirugikan lebih Lima Milyar Rupiah," Ucapnya, di samping suaminya yang juga ikut hijrah untuk melaporkan Pelaku kemapolres Pelalawan. Semetara itu MM, langsung memberikan keterangan Pers Kepada sejumlah media cetak dan elektronik di Ruangan penyidik Regu Satu, Reskrim Polres Pelalawan, beliau membantah telah menipu korban, dikatakanya beliau mengajak korban untuk bekerja sama, dan memberikan keuntungan, namun belakangan usaha yang di gelitinya merugi. "Kalau usaha yang saya geluti merugi, untung apa yang saya berikan," Ujarnya di hadapan Puluhan wartawan. Sejauh kemarin sejumlah orang sudah melapor secara resma ke Polres Pelalawan. Diantaranya Edo Sitorus, kerugian Rp30 juta, Johansyah (Rp70 juta) dan pasangan suazi istri Abdul Halim dan Eka Cahaya ((Rp45 juta). Korban belum masih menunggu giliran mengisi laporan polisi. Mereka adalah Naksa (Rp60 juta), Yunisman (Rp30 juta), Lutfi (Rp10 juta), Lia (Rp300 juta), dan Yusro (Rp60 juta). "Yang sudah membuat LP ada beberapa orang, kemudian ada beberapa orang lain baru memberikan keterangan," jelas Kanitreskrim Polres Pelalawan AKP I Komang Sudana.***/mtc

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT