Kades Sugianto Di Vonis Seumur Hidup, Dukun Sudarmo Sepuluh Tahun

Kamis, 14 April 2011 - 20:40:46 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

PELALAWAN [Metroterkini.com] - Kertua Majelis hakim PN Pelalawan, Sabarulina Ginting. SH, menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap kepala desa Surya Indah kecamatan Pangkalan Kuras, Sugianto (43) dan sepuluh tahun penjara untuk Sudarmo (53). Dukun santet, Kamis (14/4). Sugianto terbukti secara sah dan meyakinkan merencanakan dan melakukan pembunuhan sadis terhadap isrtinya, almarhum Soleha (41). Dalam perkara yang menghebohkan itu, Sudarmo didakwa ikut serta melakukan perencanaan pembunuhan. Sudarmo lah yang mencari dan menghubungkan Sugianto dengan dua orang eksekutor yang hingga kini masih DPO Polisi. Sidang yang didampingi dua hakim anggota, dan panitera Zeta Gultom SH. Sidang dibuka pukul 16.00 Wib dan berlangsung satu setengah jam. Usai mendengarkan vonis, Sugiantio dan Sudarmo langsung menyatakan banding. "Inilah keputusan terbaik untuk terdakwa. Sudah terbukti terdakwa merencanakan pembunuhan itu, diperkuat dengan pengakuan beberapa orang dukun yang dia bayar," ujar Sabarulina Ginting SH kepada wartawan saat berjalan meninggalkan ruangan sidang. Usai menjatuhkan vonis, Sabarulina langsung mendapatkan pengawalan dua petugas kepolisian bersenjata lengkap. Polisi juga melakukan pengawalan ketat terhadap dua terdakwa saat dibawa ke mobil tahanan kejaksaan. Keduanya kembali dijebloskan ke lembaga pemasyarakatan Pekanbaru untuk melanjutkan hukuman. Kasus pembunuhan tehadap Soleha terhadi pada Kamis pukul 02.00 dinihari, 22 Juli 2010 di rumahnya sendiri, desa Surya Indah kecamatan Pangkalan Kuras. Pembunuhan dilakukan dua orang eksekutor berinisial So dan Su dengan cara mencekik korban. Mayat Soleha ditemukan dalam keadaan tanpa busana di kamar tidur, dengan tangan dan kaki terikat serta mulut ditutup isolatif. Sugianto pada saat kejadian berada di rumah tersebut, tepatnya di ruang tengah. Untuk mengelabui pihak berwajib, Sugianto berpura-pura jadi korban perampokan. Saat ditemukan warga Sugianto dalam posisi tergelatak dengan tangan dan kaki terikat dan mulut ditutup isolatif. Dalam penyisikan yang Polisi akhirnya berhasil membongkar sandiwara Sugianto dan menjebloskannya ke sel tahanan. Dalam aksinya tersebut,Sugianto membayar jasa eksekutor puluhan juta rupiah. Uang itu dibayar dengan cara merekayasa sebuah peristiwa perampokan. Pelaku eksekusi mengambil uang jasa dari dalam lemari kain dekat tempat tidur Soleha. Sugianto juga terbukti membayar jasa dukun santet untuk membunuh istrinya. Dari sembilan dukun santet, tidak satupun yang berhasil melakukan misi jahat itu. Sudarmo, dukun santet yang berdomisili di jalan raya Kubang Pekanbaru, termasuk yang gagal membunuh Soleha dengan cara santet. Belakangan Sudarmo menawarkan jasa pembunuhan lewat pembunuh bayaran. Sudarmo yang memperkenalkan dan menghubungkan Sugiatu dengan tersanka DPO berinisial Lom dan Su. Pada pukul 14.00 Rabu, 21 Juli 2010, Eksekutor Lom dan Su datang ke desa Surya Indah atas fasilitasi Sudarmo.Setelah melakukan pembicaraan rahasia dengan Sugianto, kedua pemuda asal pulau Jawa itu menghilang. Malamnya, sekitar pukul 01.00 dinihari, keduanya masuk ke rumah Sugianto melalui pintu belakang. Baik dalam penyidikan Polisi maupun dalam persidangan, telah terbukti pintu belakang sengaja tidak dikunci oleh Sugianto untuk mempermudah kerja sang eksekutor. Pukul 02.00 Wib, warga sekita dihebohkan dengan jeritan Sugianto dari dalam rumah. Warga yang baru pulang dari nonton hiburan musik orgen tunggal mendobrak pintu depan untuk menolong Sugianto. Namun warga dikejutkan ketika masuk kamar tidur, menemukan Soleha dalam tanpa nyawa. Kasus ini berlatar belakang hubungan gelap antara Sugianto dengan wanita lain. Karena Soleha tidak menyetujui hubungan suaminya dengan wanita lain itu, Sugianto pun marah besar. Untuk bisa memuluskan hasratnya nikah lagi,Sugianto ingin istrinya lenyap dari muka bumi. Sugianti berkali-kali menyantet istrinya selama sembilan bulan sejak tahun 2009. Kegagalan jurus santet rupanya tidak membuat kebengisan pria ganteng itu patah. Ia lantas membunuh dengan cara yang amat sadis. Sugianto akhirnya menyaksikan sendiri Soleha wafat dicekik orang. ***/mtc

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT