PPATK Mengatakan Melinda Bisa Dijerat Dengan UU Pencucian Uang

Rabu, 13 April 2011 - 17:02:14 WIB
Share Tweet Instagram

JAKARTA [Metroterkini.com] - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein Rabu, (13/4) mengatakan, tersangka kasus pembobolan dana nasabah Private Banking Citibank, Inong Melinda Dee yang diduga melakukan praktek pencucian uang. Menurutnya, dalam perkembangan kasus Melinda kental dengan unsur-unsur pencucian uang. Dengan demikian Melinda tegas Yunus, dapat dijerat dengan Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencucian Uang. Dalam pasal tersebut dinyatakan, siapapun yang melakukan transaksi perbankan guna mengubah atau menukar Harta Kekayaan yang semestinya dicurigai atau tak patut, diancam denda Rp 10 miliar dengan kurungan penjara selama 20 tahun. Menurut data yang dipegang PPATK, terungkap dana yang dibobol Manajer Relationship Citibank itu mengalir ke 28 transaksi perbankan."Transaksi tersebar di 8 Bank dan 2 Asuransi," terang Yunus. Sedangkan menurut Ivan Yustiavaandana, Analis Senior PPATK ada beberapa modus pencucian uang. Di antaranya singgung Ivan, menitipkan uang hasil kejahatan di sejumlah rekening milik orang lain ataupun membentuk usaha baru dengan maksud memberikan legitimasi atas kekayaan hasil tindak pidana. "Makanya kepatutan itu sendiri mesti dilihat dari profil seseorang. Tidak bisa sekadar menerima dan menyimpan dana nasabah saja. Harus dilihat juga apakah mungkin nasabah bisa mempunyai harta tersebut," tandas Ivan. Dalam kasus Melinda, PPATK hingga kini belum bisa membongkar identitas para nasabah Private Banking. Alasannya, hal itu merupakan hak nasabah untuk melaporkannya.***/mtc


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT